Lampung Banten Resmi Jadi Calon Tunggal PON 2032
Jakarta, NU Media Jati Agung – Lampung Banten calon tunggal tuan rumah PON 2032 setelah kedua provinsi itu menjadi satu-satunya pihak yang menyerahkan dokumen ke KONI Pusat.
KONI Pusat mengonfirmasi hal tersebut di Jakarta, Senin (6/4/2026). Hingga batas akhir pendaftaran pada 1 April 2026, hanya Lampung dan Banten yang mendaftar sebagai tuan rumah PON XXIII/2032.
Selain itu, Ketua Umum KONI Banten Kombes Pol Purn Dr. Agus Rasyid bersama Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menyerahkan langsung dokumen kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
Lampung dan Banten Siap Cetak Sejarah
KONI Lampung juga menyampaikan kesiapan melalui media sosial resminya. Mereka menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia.
Selain itu, pernyataan tersebut menegaskan bahwa Lampung dan Banten siap mencetak sejarah sebagai calon tunggal tuan rumah PON XXIII/2032.
Agenda PON Sebelumnya dan Peran Penyangga
Pemerintah akan menggelar PON XXII tahun 2028 di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebelum PON 2032 berlangsung.
Namun, sejumlah cabang olahraga tetap akan digelar di DKI Jakarta. Kota ini berperan sebagai penyangga karena memiliki fasilitas yang memadai.
Peningkatan Kualitas dan Fokus Cabang Olahraga
Ketua KONI Pusat Marciano Norman menjelaskan rencana peningkatan kualitas PON. Ia menyampaikan hal tersebut secara terpisah.
Selain itu, ia menegaskan bahwa KONI akan menetapkan standar bagi atlet. KONI juga akan memfokuskan cabang olahraga sesuai target Indonesia di tingkat dunia.
KONI tetap memberi ruang bagi cabang olahraga di luar PON melalui ajang lain.

Berikut pernyataan yang disampaikan:
“Cabang olahraga yang dipertandingkan, kata dia, juga semakin fokus dengan sasaran Indonesia di kancah dunia.”
Selain itu, ia juga menambahkan:
“Meski demikian, dia melanjutkan, KONI tetap mewadahi cabang-cabang olahraga yang tidak bertanding pada PON. Mereka dapat mengikuti ajang bergengsi lain seperti Pekan Olahraga Bela Diri Nasional (Indonesia Martial Art Games/IMAG), Pekan Olahraga Pantai Nasional (Indonesia Beach Games), Pekan Olahraga Indoor (Indonesia Indoor Games), dan PON Remaja (Indonesia Youth Games).”
KONI Siapkan Ajang Alternatif Nasional
KONI Pusat juga menyiapkan berbagai ajang olahraga alternatif. Ajang ini akan berlangsung secara rutin.
Ajang tersebut meliputi Pekan Olahraga Bela Diri Nasional, Pekan Olahraga Pantai Nasional, Pekan Olahraga Indoor, dan PON Remaja.
Selain itu, penyelenggara akan menggelar ajang tersebut di berbagai kabupaten/kota setiap dua tahun.
Dengan demikian, pembinaan atlet tetap berjalan secara berkelanjutan. Hal ini tetap berlaku meski tidak semua cabang olahraga masuk dalam PON utama. (Ahmad Royani, S.H.I)

