Moskow, NU Media Jati Agung β Tim militer Amerika Serikat mengevakuasi kopilot pesawat F-15E AS ke Kuwait setelah pesawat tempur itu jatuh di wilayah Iran. Tim penyelamat menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar untuk menyelamatkan kopilot tersebut.
Kronologi Jatuhnya Pesawat F-15E AS di Iran
Insiden terjadi saat pesawat tempur-pengebom F-15E milik Amerika Serikat jatuh di Iran. Sebelumnya, laporan media menyebutkan bahwa pesawat itu membawa dua awak di dalamnya.
Satu Awak Selamat dari Insiden
Selanjutnya, Channel 12 Israel melaporkan bahwa satu anggota awak selamat dari insiden tersebut. Berbagai media internasional kemudian memperkuat informasi tersebut.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kondisi kopilot setelah tim berhasil menjalankan operasi penyelamatan.
βSalah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS.β
Ia juga menjelaskan bahwa kopilot mengalami cedera, namun tim medis menjaga kondisinya tetap stabil.
Operasi Penyelamatan Libatkan Ratusan Personel
Tim militer menjalankan operasi pencarian selama dua hari dan melibatkan ratusan pasukan khusus. Selain itu, tim juga mengerahkan puluhan pesawat serta dukungan pengintaian ruang angkasa dan siber.

Pilot Berlindung di Celah Gunung
Setelah keluar dari pesawat, pilot berlindung di celah gunung. Pada awalnya, kedua pihak tidak menemukan posisinya. Namun demikian, pilot tetap membawa alat pelacak dan radio komunikasi.
Strategi CIA dalam Operasi Penyelamatan
Badan Intelijen Pusat (CIA) menjalankan strategi penipuan untuk mengelabui pihak Iran. Mereka menyebarkan informasi bahwa pilot keluar dari wilayah tersebut melalui jalur darat.
Namun demikian, tim CIA akhirnya menemukan lokasi pilot tersebut. Kopilot tersebut bertugas sebagai petugas sistem persenjataan.
Laporan dari Pihak Iran
Di sisi lain, stasiun televisi Press TV melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mencegat dan menghancurkan pesawat AS di selatan Isfahan.
Sementara itu, kantor berita Tasnim sebelumnya melaporkan kemungkinan bahwa pasukan Iran menangkap pilot tersebut. (Ahmad Royani, S.H.I)

