Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin KTT Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir. Dalam pertemuan tersebut, Trump, El-Sisi, dan Erdogan sepakat mengakhiri konflik di Gaza melalui penandatanganan dokumen perdamaian yang disaksikan sejumlah pemimpin dunia.
Trump Pimpin KTT Perdamaian Gaza
Mesir, NU Media Jati Agung —Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang berlangsung di Sharm El-Sheikh, Mesir.
Pertemuan itu menjadi agenda diplomatik penting untuk menghentikan konflik di Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Acara tersebut menarik perhatian global karena mempertemukan para pemimpin dunia di satu meja. Trump memimpin jalannya forum dengan sikap tegas, sambil menekankan pentingnya langkah konkret menuju perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan dari kanal YouTube Times News dan Al Jazeera, pada Senin (13/10/2025), Trump menandatangani sebuah dokumen penting. Ia menyebutnya sebagai perjanjian komprehensif yang berisi berbagai aturan dan regulasi perdamaian.
“Kita akan menandatangani dokumen yang akan menguraikan banyak aturan dan regulasi, serta banyak hal lainnya. Dokumen ini sangat komprehensif,” ujar Trump.
Kesepakatan Komprehensif untuk Perdamaian
Trump menegaskan bahwa proses gencatan senjata antara Israel dan Hamas berjalan lancar.
“Berjalan dengan sangat baik,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme tinggi terhadap stabilitas di kawasan yang selama ini dilanda kekerasan.
Melalui KTT tersebut, para pemimpin dunia berupaya menutup lembar panjang konflik di Gaza dengan cara diplomatik.
Selain Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani juga ikut menandatangani dokumen yang sama. Dukungan dari para pemimpin kawasan itu memperkuat legitimasi kesepakatan damai.
Keterlibatan Mesir, Turki, dan Qatar menjadi sinyal kuat bahwa negara-negara berpengaruh di kawasan Timur Tengah berkomitmen menjaga perdamaian di Gaza.
Mereka menilai stabilitas politik di Palestina berdampak langsung terhadap keamanan regional.
Keterlibatan Dunia dalam Upaya Perdamaian
KTT di Sharm El-Sheikh juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres. Kehadiran Guterres menandai dukungan penuh PBB terhadap proses perdamaian yang diinisiasi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah.
Guterres menyampaikan dukungannya terhadap semua pihak yang berupaya menghentikan kekerasan di Gaza. Ia menilai langkah diplomatik tersebut sebagai momentum penting untuk membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang.
Pertemuan ini berlangsung di kota resor Laut Merah, Mesir, yang dikenal sebagai lokasi strategis bagi pertemuan internasional.
Pilihan lokasi itu dianggap simbolis karena Mesir memiliki peran historis dalam perundingan damai Timur Tengah.
Langkah Diplomatik Bersejarah
KTT Perdamaian Gaza kali ini menjadi salah satu momen diplomatik paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Para pengamat menilai, kerja sama antara Amerika Serikat, Mesir, Turki, dan Qatar menunjukkan kesadaran baru tentang pentingnya penyelesaian politik.
Trump berupaya memosisikan Amerika Serikat sebagai fasilitator utama dalam proses perdamaian tersebut. Upaya ini sejalan dengan kebijakan luar negeri yang berfokus pada stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, El-Sisi dan Erdogan menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas regional. Kedua pemimpin itu sepakat bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui dialog dan kerja sama yang setara antarnegara.
Harapan Baru bagi Gaza dan Palestina
Kesepakatan di Sharm El-Sheikh memberi harapan baru bagi warga Gaza. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketegangan dan blokade, penduduk setempat menanti hasil nyata dari proses perdamaian tersebut.
Para pemimpin dunia berupaya membuka peluang bagi rekonstruksi dan pemulihan ekonomi di wilayah yang terdampak perang.
Selain itu, masyarakat internasional menaruh harapan besar agar kesepakatan itu menjadi dasar kuat untuk membangun kepercayaan antara pihak-pihak yang berseteru.
PBB dan negara-negara berpengaruh terus memberikan dukungan penuh agar KTT ini menjadi tonggak penting menuju perdamaian permanen di Gaza. Mesir, sebagai tuan rumah, berkomitmen memantau langsung pelaksanaan hasil kesepakatan supaya berjalan efektif.
Momentum Baru untuk Timur Tengah
Pertemuan bersejarah ini menunjukkan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
Melalui dialog terbuka dan kerja sama antarnegara, para pemimpin dunia menjadikan perdamaian sebagai tujuan nyata yang dapat mereka capai bersama.
KTT Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh menegaskan peran penting setiap negara dalam menjaga stabilitas global.
Dengan langkah tegas ini, Trump, El-Sisi, dan Erdogan meneguhkan komitmen mereka untuk mengakhiri konflik di Gaza dan membuka babak baru perdamaian di kawasan tersebut. (ARF)

