Semangat Santri dan Kebersamaan di Aula Pesantren
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Suasana hangat menyelimuti Aula Pondok Pesantren Darussalamah, Desa Sidoharjo, Ahad (5/10/2025) pagi. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Jati Agung berkumpul untuk memantapkan persiapan Hari Santri Nasional 2025 Jati Agung.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jati Agung memimpin langsung rapat tersebut. Hadir pula jajaran Calon PRNU, PAC Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, dan lembaga-lembaga lain di bawah naungan NU.
Acara dimulai dengan lantunan Lagu Indonesia Raya dan Subbanul Wathon. Seluruh hadirin berdiri tegak, menyanyikan lagu perjuangan yang membangkitkan semangat cinta tanah air dan meneguhkan jiwa kebangsaan kaum santri.
Rapat Musyawarah Penuh Semangat
Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung, Kyai Ahmad Ansori, S.Pd.I, menyampaikan bahwa rapat kali ini membahas lebih dari sekadar teknis acara.
“Banyak sekali agenda yang harus kita musyawarahkan pada hari ini. Untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober nanti, akan disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksana,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia menegaskan bahwa pelantikan pengurus ranting NU se-Kecamatan Jati Agung juga akan berlangsung bersamaan dengan peringatan Hari Santri tahun ini.
“Selain itu, pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Jati Agung juga akan kita laksanakan bersamaan dengan peringatan HSN tahun ini,” tambahnya.
Para peserta rapat menyambut antusias keputusan itu. Mereka menilai momen pelantikan bersamaan dengan Hari Santri menjadi simbol kekompakan dan semangat baru bagi seluruh pengurus ranting NU.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan
Ketua Pelaksana HSN 2025, Ustadz Misman, memastikan seluruh persiapan berjalan baik. Ia menyebut Camat Jati Agung telah memberikan izin sekaligus dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, Bapak Camat mengizinkan pelaksanaan HSN di Kecamatan Jati Agung. Bahkan beliau siap mendukung sesuai kemampuan beliau,” ujar Ustadz Misman.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa organisasi telah memastikan kesiapannya untuk mengisi pentas seni dan acara hiburan rakyat.
“Untuk kegiatan lain seperti pentas, sudah ada dua organisasi yang siap, dan satu lagi tinggal tahap pemantapan. Mengenai pendanaan, insyaallah dalam satu minggu ke depan kami bersama panitia HSN akan mulai bergerak sesuai kapasitas dan tujuan masing-masing,” jelasnya.
Dengan koordinasi yang rapi dan komunikasi terbuka, seluruh unsur KBNU Jati Agung berkomitmen menciptakan peringatan HSN 2025 yang meriah dan bermakna.
Gotong Royong dan Partisipasi Warga
Persiapan Hari Santri Nasional di Jati Agung melibatkan seluruh lapisan masyarakat NU di tingkat desa. Semangat gotong royong terasa di setiap sudut.
Desa Marga Agung berkomitmen menyiapkan 1.000 bungkus nasi, disusul Marga Lestari dengan 500 bungkus. Margorejo, Margodadi, dan Sinar Rejeki juga ikut menyumbang ratusan paket konsumsi. Desa lainnya bersepakat membawa 20 nasi tumpeng untuk dinikmati bersama saat puncak acara.
Pemandangan ini menegaskan bahwa rasa kebersamaan dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Nahdliyin.
“Insyaallah, untuk kepastian kecukupan dana, semua masih terkendali. Sementara untuk paskibra, kami percayakan kepada santri Ponpes Darussalamah. Sedangkan petugas upacara akan dikoordinasikan oleh Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU,” tambah Ustadz Misman.
Doa dan Harapan untuk Santri Indonesia
Rapat pemantapan ditutup dengan doa penuh khidmat yang dipimpin oleh Kyai Nurkholis Ahmad, Mustasyar MWCNU Jati Agung sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah.
Dalam doanya, beliau memohon agar seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi umat. Para peserta mengamini dengan khusyuk, menandakan kesungguhan mereka menjaga nilai-nilai perjuangan santri.
Saat meninggalkan aula, para peserta membawa semangat baru. Mereka yakin Hari Santri Nasional 2025 Jati Agung bukan sekadar perayaan, melainkan momentum memperkuat cinta tanah air, mempererat barisan Nahdliyin, dan meneguhkan peran santri bagi bangsa. (ARIF)

