Kodam XXI Redam Konflik Gajah dan Warga Lampung Timur
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Kodam XXI terjunkan prajurit redam konflik gajah dan warga di Lampung Timur pada Senin (26/1/2026). Langkah ini bertujuan menjaga keamanan desa penyangga sambil menunggu pembangunan pagar pembatas di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Selain itu, prajurit TNI mendukung pemerintah daerah dalam mencegah konflik manusia dan gajah yang terus berulang. Dengan kehadiran aparat, warga desa penyangga merasa lebih aman dari ancaman gajah liar yang masuk permukiman.
Prajurit TNI Jalankan Tugas Perbantuan di Kawasan TNWK
Sebagai bentuk dukungan, Kodam XXI mengerahkan prajurit untuk membantu pemerintah daerah. Melalui tugas perbantuan ini, TNI fokus menjaga keamanan kawasan konservasi dan desa penyangga TNWK.
Sementara itu, Kodam XXI menegaskan bahwa penugasan prajurit bersifat sementara sambil menunggu solusi jangka panjang berupa pembangunan pagar permanen.
“Keterlibatan prajurit di kawasan TNWK merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah daerah,” kata Panglima Kodam XXI Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dalam keterangan yang diterima di Bandar Lampung, Senin.
Personel Yonif Teritorial Amankan Desa Penyangga
Untuk mendukung pengamanan, Kodam XXI menugaskan personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu. Para prajurit aktif menghalau gajah liar sekaligus menjaga keamanan desa penyangga di sekitar TNWK.
Namun demikian, konflik manusia dan gajah telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah tersebut. Akibat konflik ini, warga sering mengalami kerugian akibat rusaknya lahan pertanian dan fasilitas umum. Bahkan, dalam sejumlah kejadian, konflik tersebut juga menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Upaya ini bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai pengamanan wilayah sebagai kebutuhan mendesak bagi desa penyangga TNWK.
“Selain pembangunan infrastruktur, keterlibatan TNI diperlukan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan meminimalkan ancaman gajah liar ke permukiman,” kata Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Pagar Pembatas Jadi Solusi Jangka Panjang
Sebagai solusi berkelanjutan, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan pembangunan pagar pembatas permanen sepanjang 60–70 kilometer di kawasan TNWK. Proyek ini direncanakan mulai berjalan pada 2026 dan kini memasuki tahap survei.
Selanjutnya, pemerintah akan melaksanakan pembangunan pagar secara bertahap. Dalam prosesnya, proyek ini memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan satwa, dan perlindungan warga. Personel TNI juga terlibat langsung untuk mendukung efektivitas pengamanan di lapangan.
Pada akhir pernyataannya, Bupati Lampung Timur menyampaikan harapan agar proyek tersebut benar-benar menyelesaikan konflik yang terjadi selama ini.
“Kami harap pembangunan pagar permanen tersebut menjadi solusi konflik gajah dan manusia di Lampung Timur,” kata dia.
(Ahmad Royani, S.H.I)

