NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

KH Thoifur Mawardi Purworejo Wafat di Usia 70 Tahun

Jakarta, NU Media Jati Agung KH Muhammad Thoifur Mawardi, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Kedungsari, Purworejo, meninggal pada Selasa, 19 Agustus 2025, pukul 16.30 WIB. Rumah sakit RSUD DR Tjitrowardojo, Jakarta, menjadi tempat beliau menghembuskan nafas terakhir pada usia 70 tahun.

Keluarga, santri, dan masyarakat yang mengenalnya merasakan duka mendalam karena kehilangan ulama karismatik dan guru teladan.

Sepanjang hidup, KH Thoifur Mawardi mendidik santri dengan penuh kesabaran. Beliau menanamkan akhlak mulia dan menegakkan nilai-nilai keagamaan.

Foto Ist: KH Thoifur Mawardi wafat pada usia 70 tahun 

Banyak orang mengenang nasihat bijak serta keteladanan beliau dalam berdakwah. Dengan demikian, beliau menjadi panutan spiritual bagi generasi muda.

Mantan Aktivis GP Ansor Purworejo Konfirmasi Kabar Wafatnya

Mantan aktivis GP Ansor Purworejo, Kyai Mutammimul Masholeh Azhar, membenarkan kabar wafatnya KH Thoifur Mawardi. “Iya, benar,” ungkap Gus Tamim, sapaan akrabnya, dikutip dari NU Online.

Dengan pengakuan ini, masyarakat mengetahui secara pasti kondisi ulama yang mereka Ta’dzimi.

Jadwal Pemakaman KH Thoifur Mawardi

Gus Tamim mengundang masyarakat untuk mendoakan KH Thoifur Mawardi sebelum pemakaman di Kedungsari, Purworejo, Jawa Tengah. Ia menambahkan, “Pemakaman berlangsung Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 11.00 WIB,”Imbuhnya.

Riwayat Pendidikan dan Kehidupan

KH Muhammad Thoifur Mawardi lahir pada 8 Agustus 1955. Dengan begitu, beliau berusia 70 tahun 11 hari saat wafat. Beliau menempuh pendidikan di beberapa pesantren.

Pertama, beliau belajar di Pesantren Sugihan, Kajoran, Magelang. Setelah itu melanjutkan studi di Pesantren Lasem dan Pesantren Rembang.

Selanjutnya, KH Thoifur Mawardi menuntut ilmu di Rusaifah, Makkah, langsung kepada as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani. Proses pendidikan ini membentuk beliau menjadi ulama yang disiplin dan bijaksana.

Ucapan Duka dari PCNU Purworejo

Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, yang dipimpin Rais Syuriyah KH Dawud Masykuri dan Ketua Tanfidziyah Gus Muhammad Hekal, menyampaikan duka cita melalui akun media sosial resmi mereka. Mereka menulis:

“Segenap keluarga besar PCNU Purworejo turut berbelasungkawa atas meninggalnya KH Thoifur Mawardi. Semoga almarhum khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan, kesabaran, serta pahala besar dari Allah SWT. Allahumma Amin.”

Jabatan Mustasyar PCNU Purworejo

Gus Haekal menegaskan bahwa KH Thoifur Mawardi memegang jabatan sebagai Mustasyar PCNU Purworejo 2025–2030. Ia menambahkan, “Njih leres (iya benar), Mustasyar PCNU Purworejo 2025–2030.” Hal ini menegaskan peran beliau dalam organisasi keagamaan hingga akhir hayat.

Ucapan Duka dari Keluarga Pesantren An-Nawawi

Keluarga besar Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, juga menyampaikan duka cita melalui media sosial. Mereka menulis:

“Semoga khusnul khatimah, diterima amal ibadahnya, mendapatkan maghfirah dan rahmat dari Allah SWT. Kami mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan lahiriyah dan batiniyyah.”