Kebaikan Kecil Bisa Ubah Nasib di Akhirat
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung ā Kebaikan menjadi pesan utama yang disampaikan Ustazah Titi Wahyuni, pengurus Fordaf (Forum Daiyah Fatayat NU Lampung), dalam tausiyah yang diterima media ini melalui pesan WhatsApp, pada Selasa (17/3/2026), dengan mengingatkan umat agar tidak meremehkan amal sekecil apa pun karena dapat mengubah nasib di akhirat.
Dalam penyampaiannya, ia mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kebaikan Kecil Menjadi Penentu Masa Depan
Selanjutnya, Ustazah Titi Wahyuni menjelaskan bahwa setiap hal besar selalu berawal dari sesuatu yang kecil.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar setiap individu tidak menyepelekan keputusan maupun tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia mengutip Surat Al-Zalzalah ayat 7 dan 8 yang menegaskan bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Ia juga menegaskan bahwa setiap keburukan, meskipun kecil, tetap akan diperhitungkan. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan.
Hadits Tentang Kebaikan Sederhana
Selain itu, ia menyampaikan hadits dari Abu Dzar yang berisi pesan Rasulullah SAW:
“jangan engkau anggap enteng sebuah kebaikan meskipun hanya bertemu orang lain denganmu wajah ceria.”
Menurutnya, hadits tersebut menunjukkan bahwa tindakan sederhana seperti tersenyum kepada orang lain sudah termasuk amal kebaikan yang bernilai besar di sisi Allah.

Contoh Kebaikan Kecil yang Berdampak Besar
Kemudian, Ustazah Titi Wahyuni memberikan beberapa contoh kebaikan kecil yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki dampak besar.
Ia menyebutkan bahwa menyingkirkan batu di jalan yang mengganggu orang lain dapat menjadi sebab kemudahan menuju surga.
Selain itu, membantu anak ayam yang terpisah dari induknya juga dapat menjadi bentuk kepedulian yang bernilai pahala.
Ia juga menekankan pentingnya mengajarkan huruf hijaiyah kepada anak-anak sebagai amal jariyah yang tidak akan terputus.
Menahan Diri Juga Termasuk Kebaikan
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menahan diri dari menyakiti orang lain juga termasuk bentuk kebaikan.
Ia menegaskan bahwa menjaga lisan dan perbuatan dapat menjadi sedekah bagi diri sendiri.
Ajakan untuk Terus Berbuat Baik
Di akhir tausiyahnya, Ustazah Titi Wahyuni mengajak umat Islam untuk terus berbuat baik meskipun tidak selalu terlihat oleh manusia.
Ia mengingatkan bahwa dunia bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menuju kehidupan akhirat. (ARIF)


