Palembang, NU Media Jati Agung ā Kapolri ajak masyarakat jaga persatuan dalam menghadapi situasi global yang tengah bergejolak. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ajakan tersebut saat kegiatan Safari Ramadhan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Palembang, Sabtu (7/3/2026).
Kapolri menilai kondisi global saat ini membutuhkan sikap solid dari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat, aparat keamanan, serta tokoh agama terus menjaga persatuan dan memperkuat silaturahmi.
Situasi Global Memicu Kekhawatiran
Kapolri menjelaskan bahwa situasi global saat ini sedang tidak stabil. Konflik di kawasan Timur Tengah memicu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi banyak negara.
Dampak Konflik terhadap Ekonomi Dunia
Selain itu, konflik tersebut mulai berdampak pada perekonomian global. Salah satunya terlihat dari meningkatnya harga minyak dunia.
Gangguan distribusi energi, termasuk serangan di wilayah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama kapal pengangkut minyak dunia, memicu kenaikan harga tersebut.
Pemerintah Perkuat Langkah Antisipasi
Di sisi lain, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.
Presiden Prabowo Subianto juga telah mengumpulkan sejumlah tokoh nasional, ulama, serta para pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan merumuskan langkah strategis menghadapi kondisi tersebut.
Upaya Diplomatik Terus Dilakukan
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan upaya diplomatik dengan sejumlah negara. Langkah ini bertujuan untuk mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah secara damai.
Kapolri kemudian menegaskan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Kita harus solid menghadapi situasi ini. TNI, Polri, ulama, dan seluruh masyarakat harus bersatu sehingga kita berada dalam satu barisan yang sama,ā katanya.
Kapolri Ingatkan Masyarakat Tidak Terpancing Isu
Kapolri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berbagai isu yang dapat memperburuk keadaan atau memecah belah persatuan.
Menurutnya, Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis, termasuk saat pandemi COVID-19.
Pada masa tersebut, perekonomian nasional mampu pulih dengan cepat bahkan mencatatkan pertumbuhan yang baik di antara negara-negara G20.
Ia kemudian kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Tentunya, harapan kita semua dengan situasi saat ini masyarakat jangan mudah terpancing Isu isu yang dapat memperburuk keadaan dan memecahkan belah persatuan. Hal ini harus terus kita jaga,” kata dia.
(Ahmad Royani, S.H.I.,)


