Skip to main content

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Jembatan Apung China Jadi Inovasi Evakuasi Bencana Dunia

Jembatan Apung China Digunakan untuk Evakuasi Korban Banjir Secara Cepat

Jakarta, NU Media Jati Agung- Jembatan Apung China menjadi sorotan dunia setelah pemerintah China memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak banjir.

Inovasi ini mempercepat proses penyelamatan korban sekaligus menunjukkan kemampuan teknologi darurat dalam mendukung operasi evakuasi saat bencana melanda.

Teknologi Jembatan Apung Percepat Penyelamatan Korban

Badan penanggulangan darurat China, Anneng Construction Group, mengerahkan jembatan apung portabel yang dapat ditempatkan di atas air, dilipat, lalu disambungkan menjadi struktur yang lebih panjang.

Advertisement
Advertisement

Selanjutnya, petugas memanfaatkan teknologi tersebut sebagai feri darurat untuk mempercepat proses penyelamatan korban banjir.

Selain itu, kantor berita Xinhua menyebut platform penyelamatan berukuran besar tersebut sebagai “Bahtera Nuh”. Jembatan apung portabel itu mampu mengangkut hingga 500 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Advertisement
Advertisement

Evakuasi 6.000 Korban Berlangsung Cepat

Pada Rabu lalu, Anneng Construction Group yang berawal dari batalyon teknik konstruksi militer mengoperasikan jembatan ponton bermesin untuk mengevakuasi sekitar 6.000 warga yang terjebak banjir di Guigang, Guangxi.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di berbagai negara turut membagikan rekaman operasi penyelamatan melalui media sosial.

Advertisement
Advertisement

Dokumentasi tersebut memperlihatkan kemampuan Jembatan Apung China dalam mendukung evakuasi cepat ketika kondisi darurat terjadi.

Drone dan Helikopter Dukung Operasi Penyelamatan

Di sisi lain, tim tanggap darurat China juga mengoperasikan drone pengangkut berat untuk menyelamatkan korban sekaligus mengirim pasokan makanan ke wilayah terdampak banjir.

Advertisement
Advertisement

Drone tersebut melengkapi operasi helikopter pencarian dan penyelamatan yang berlangsung selama proses evakuasi.

Dilansir The Economic Times, operasi penyelamatan itu menarik perhatian luas karena memanfaatkan teknologi inovatif dalam penanganan keadaan darurat berskala besar. Gambar dan video yang dirilis otoritas China memperlihatkan koordinasi yang baik serta penggunaan peralatan teknik modern untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Advertisement
Advertisement

Netizen Dunia Berikan Apresiasi

Penggunaan Jembatan Apung China juga mendapat apresiasi dari netizen di berbagai negara. Banyak warganet menilai inovasi tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah China dalam menangani bencana.

Selain itu, mereka menganggap teknologi tersebut dapat menjadi contoh sistem tanggap darurat yang efektif dalam menyelamatkan warga terdampak banjir.

Badai Maysak Sebabkan Korban Jiwa

Curah hujan lebat akibat Badai Tropis Maysak menyebabkan Sungai Yu meluap dan memicu banjir di sejumlah wilayah pada awal pekan ini.

Oleh karena itu, pemerintah China mengerahkan sekitar 8.000 personel guna mempercepat penanganan bencana dan proses evakuasi.

Hingga kini, petugas berhasil menyelamatkan sekitar 130.000 penduduk dari wilayah terdampak banjir.

Meski demikian, bencana tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 39 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban berada di Nanning setelah bendungan jebol dan memicu banjir bandang yang parah.Ā (Erwin Indra Saputra)