Jati Agung Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Jati Agung, NU Media Jati Agung – Jati Agung menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 H.
Hari ini, Camat Jati Agung Ridwan mendampingi Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga komoditas utama agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Langkah ini sekaligus memberi rasa aman bagi warga dalam menyambut hari raya.
Dialog Langsung dengan Pedagang
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, memimpin inspeksi mendadak untuk melihat ketersediaan barang secara langsung di lapangan. Selain itu, ia berdialog dengan para pedagang guna mengetahui kendala distribusi yang terjadi di wilayah tersebut.
Camat Jati Agung turut hadir untuk memastikan kesesuaian data kebutuhan warga dengan stok yang tersedia di pasar lokal. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah cepat jika muncul potensi gangguan pasokan.
Komitmen Menjaga Kenyamanan Masyarakat
Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap stabil.
“Langkah ini diambil untuk menjamin masyarakat dapat beribadah dan merayakan Lebaran dengan tenang tanpa kendala pasokan kebutuhan pokok,” tegas pihak kecamatan.

Selanjutnya, hasil pemantauan hari ini menunjukkan bahwa stok pangan di wilayah Jati Agung masih dalam kondisi aman dan terkendali. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan harga maupun kelangkaan barang.
Program Selaras Visi Daerah
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan kecamatan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat Jati Agung. Selain itu, program ini selaras dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan pelayanan publik yang optimal.
Dengan demikian, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang hari besar keagamaan.
(Ahmaad Royani, S.H.I.,)


