Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Jadwal Muktamar ke-35 NU Tetap, Pemilihan Rais Aam Digelar 29 Agustus

PBNU Tetapkan Jadwal Resmi Muktamar

Jawa Timur, NU Media Jati Agung — PBNU menerbitkan jadwal resmi melalui Surat Nomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026. Surat itu bertanggal 23 Agustus 2026.

Rais Syuriyah PBNU Prof. Mohammad Nuh menandatangani surat tersebut. Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori juga membubuhkan tanda tangan.

Jadwal itu menjadi acuan seluruh rangkaian kegiatan Muktamar. Panitia menyiapkan seluruh tahapan hingga proses pemilihan pimpinan organisasi.

Registrasi Peserta Dimulai 26 Agustus

Panitia membuka registrasi peserta pada Rabu, 26 Agustus 2026. Registrasi berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

Panitia menempatkan layanan registrasi di kompleks MA dan MTs Bahrul Ulum Tambakberas. Lokasi itu menjadi titik awal seluruh peserta sebelum mengikuti sidang.

PBNU mewajibkan setiap muktamirin membawa QR Code yang valid. Peserta juga harus sesuai Surat Keputusan PBNU.

Panitia hanya menerima peserta yang telah lolos verifikasi Sekretariat Panitia Muktamar. Ketentuan itu berlaku bagi PWNU, PCNU, dan PCINU.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Muktamar

Panitia menggelar pembukaan Muktamar pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Acara berlangsung di Lapangan Untung Suropati.

Jadwal resmi mencantumkan Presiden Prabowo Subianto sebagai pembuka forum. Presiden juga dijadwalkan menyampaikan amanat kepada peserta.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar lebih dahulu menyampaikan khutbah iftitah. Setelah itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan.

Pembukaan menjadi awal forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama. Ribuan peserta dari berbagai daerah akan mengikuti seluruh rangkaian agenda.

Tahapan Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Sabtu, 29 Agustus 2026 menjadi hari paling menentukan dalam Muktamar. Seluruh proses pemilihan pimpinan berlangsung pada hari itu.

Sidang Pleno IV berlangsung pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Forum mengesahkan tata tertib pemilihan.

Sidang juga menuntaskan tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Tahapan itu menjadi dasar proses pemilihan berikutnya.

Panitia melanjutkan agenda melalui Sidang Pleno V. Sidang berlangsung pukul 19.30 hingga 23.30 WIB.

Forum lebih dahulu menyatakan kepengurusan PBNU periode 2021–2026 sebagai demisioner. Setelah itu, proses pemilihan resmi dimulai.

Forum menetapkan sembilan anggota AHWA. Mereka kemudian menggelar sidang tertutup.

AHWA menentukan Rais Aam PBNU periode 2026–2031 melalui mekanisme internal. Tahapan itu menjadi ciri khas sistem pemilihan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Setelah penetapan Rais Aam, peserta melanjutkan pemilihan Ketua Umum PBNU. Forum juga menetapkan mede formatur.

Mede formatur akan menyusun kepengurusan PBNU periode baru. Proses itu menjadi tahap akhir pembentukan struktur organisasi.

Mekanisme AHWA Menjadi Bagian Penting Muktamar

AHWA memiliki peran penting dalam pemilihan Rais Aam. Forum memberikan kewenangan itu kepada sembilan anggota yang telah ditetapkan.

Mekanisme tersebut berbeda dengan pemilihan Ketua Umum PBNU. Peserta Muktamar memilih Ketua Umum setelah penetapan Rais Aam selesai.

Sistem itu tetap mempertahankan tradisi organisasi Nahdlatul Ulama. PBNU menjalankan mekanisme tersebut dalam forum Muktamar.

Enam Komisi Bahas Isu Strategis Organisasi

Peserta tidak hanya mengikuti agenda pemilihan pimpinan. Mereka juga membahas berbagai isu strategis organisasi dan keumatan.

Panitia membentuk enam komisi untuk membahas berbagai persoalan. Tiga komisi bergerak dalam bidang Bahtsul Masail.

Komisi Bahtsul Masail terdiri dari ad-Diniyah al-Waqi’iyyah, al-Maudlu’iyyah, dan al-Qonuniyyah. Ketiga komisi itu mengkaji persoalan keagamaan sesuai bidang masing-masing.

Tiga komisi lainnya membahas organisasi. Komisi itu juga menyusun program kerja.

Selain itu, satu komisi menyiapkan rekomendasi hasil Muktamar. Seluruh hasil pembahasan akan menjadi bahan keputusan forum.

Panitia memulai sidang komisi pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Kegiatan itu berlanjut pada Sabtu pagi.

Seluruh komisi kemudian menyerahkan hasil pembahasan kepada sidang pleno. Forum akan mengesahkan hasil tersebut sesuai mekanisme Muktamar.

Panitia Fokus Finalisasi Persiapan

Panitia kini memusatkan perhatian pada penyelesaian data peserta. Tahapan itu menjadi bagian penting sebelum seluruh agenda dimulai.

Panitia juga memfinalkan komposisi AHWA. Persiapan itu berjalan bersamaan dengan konsolidasi pelaksanaan sidang.

Jadwal resmi memberi kepastian bagi seluruh peserta Muktamar. Seluruh tahapan kini mengarah pada pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.