NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

IPB Hadirkan Inovasi Baru Bagi Petani Tubaba Lewat Program Dospulkam

Institut Pertanian Bogor (IPB) menghadirkan inovasi pertanian melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) di Tulang Bawang Barat. Program ini mengedukasi petani agar menanam cabai rawit merah dengan sistem tumpang sari bersama jagung manis untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.

Program Dospulkam Dorong Perekonomian Petani

TULANG BAWANG BARAT, NU MEDIA JATI AGUNG, – IPB terus berkomitmen membantu masyarakat desa meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian. Tim dosen IPB menjalankan program Dospulkam di Desa Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung.
Program ini memperkuat ekonomi petani setempat dengan pendekatan inovatif. Tim dosen juga menunjukkan secara langsung metode budidaya cabai rawit merah yang berhasil meningkatkan hasil.

Inovasi Baru dalam Budidaya Cabai Rawit Merah

Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si menegaskan pentingnya inovasi dalam pertanian. Ia menyampaikan bahwa tim IPB mendorong petani Tubaba untuk berani mencoba pola tanam baru yang lebih efisien dan menguntungkan.
“Kami menghadirkan inovasi budidaya cabai rawit merah yang sudah terbukti berhasil. Kami tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga menunjukkan hasil nyata yang bisa masyarakat lihat,” ujar Muhammad Syukur saat berbicara kepada wartawan, Sabtu (20/09/2025).
Dengan pendekatan ini, petani semakin yakin untuk menerapkan pola tanam yang sudah teruji. Mereka dapat menggunakan sistem tersebut sebagai solusi menghadapi kenaikan biaya produksi.

Tumpang Sari Cabai dan Jagung Manis

Selain meningkatkan hasil panen, inovasi tim IPB membantu petani menekan pengeluaran. Tim memperkenalkan pola tanam tumpang sari cabai rawit merah dengan jagung manis.
Metode ini membuat biaya budidaya lebih ringan sekaligus membuka peluang keuntungan lebih besar. Petani bisa berhemat sambil memperoleh hasil panen yang lebih baik dibandingkan cara konvensional.
“Modal kecil, tetapi keuntungannya lebih besar. Kami berharap edukasi ini bisa memperkuat ekonomi petani Tubaba agar tetap stabil ke depan,” tandas Muhammad Syukur.

Dampak Ekonomi bagi Petani Tubaba

Program Dospulkam IPB bukan sekadar transfer ilmu, melainkan dorongan nyata yang mengubah cara pikir petani. Para petani mulai memandang pertanian bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga sebagai usaha yang menjanjikan.
Edukasi ini membantu petani mengelola lahan lebih efisien. Dengan cara itu, mereka memaksimalkan potensi pertanian tanpa menambah biaya besar.
Sistem tumpang sari cabai rawit merah dan jagung manis memperkuat perekonomian lokal karena hasil panen naik sementara biaya tetap terkendali.

Kontribusi IPB terhadap Masyarakat Desa

Kegiatan ini menunjukkan kepedulian IPB terhadap pembangunan masyarakat desa. Program Dospulkam juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan masalah nyata di lapangan.
Dengan kolaborasi ilmu pengetahuan dan praktik, petani Tubaba kini memiliki pilihan solusi pertanian modern. Keberhasilan inovasi ini bahkan bisa direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.

Edukasi Berkelanjutan untuk Pertanian Modern

Tim IPB berencana terus mendampingi petani agar inovasi tidak berhenti di tahap awal. Mereka mengarahkan program Dospulkam menjadi kegiatan berkesinambungan.
Edukasi lapangan membantu petani memahami teknologi pertanian dengan cepat. Inovasi yang tim hadirkan langsung dipraktikkan sehingga menghasilkan keuntungan nyata.
Keberhasilan program ini menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Petani Tubaba kini berpeluang bersaing dengan daerah lain dalam sektor pertanian.

Program Dospulkam IPB di Tulang Bawang Barat menghadirkan sistem tumpang sari cabai rawit merah dan jagung manis. Inovasi ini membuat petani lebih hemat biaya sekaligus meningkatkan keuntungan. Program tersebut memperkuat ekonomi lokal dan membangun kemandirian masyarakat desa.