Tim Medis Dompet Dhuafa Hadir di Lokasi Bencana Agam
Sumatra Barat, NU Media Jati Agung – Tim medis Dompet Dhuafa menghadirkan layanan kesehatan home visit di Sumbar untuk membantu masyarakat terdampak longsor dan banjir bandang di Tantaman, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Layanan ini menyasar warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.
Dompet Dhuafa melalui Cabang Jawa Tengah bersama Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Cabang Sumatra Selatan membuka pos medis guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Kolaborasi Lintas Jaringan Perkuat Layanan Kesehatan
Selain itu, Tim RDK LKC berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya dan Apoteker Tanggap Bencana dari Ikatan Apoteker Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining gula darah, asam urat, kolesterol, serta layanan home visit ke rumah warga pada Minggu (21/12).
Layanan Home Visit Jawab Kendala Akses Medis Warga
Layanan home visit di Sumbar hadir karena banyak titik rawan longsor di wilayah Tantaman. Kondisi ini membuat sebagian warga sulit menjangkau Pos Medis Dompet Dhuafa yang berada di Puskesmas Pendamping Tantaman. Oleh karena itu, tim medis langsung mendatangi rumah pasien untuk memastikan layanan tetap berjalan.
Tim medis menjelaskan alasan strategi jemput bola demi keselamatan dan kemudahan pasien.
βUntuk lokasi nggak memungkinkan, karena ada longsor di beberapa titik, sehingga sulit untuk pasien ke Pos Medis, agak susah. Itulah mengapa kita jemput bola ke rumah-rumah pasien, melakukan home visit,β kata Ardiansyah dari Tim RDK LKC Sumsel.
Lansia Jadi Prioritas Layanan Medis
Beberapa pasien lansia mengalami keterbatasan mobilitas sehingga hanya bisa beraktivitas di dalam rumah. Salah satunya M (83) yang memiliki riwayat amputasi kaki kiri dan hidup sebatang kara. Kondisi ini membuatnya membutuhkan perawatan luka secara rutin.

Dokter menjelaskan temuan medis di lapangan.
βLukanya dibalut dengan kain yang kurang hygiene, sehingga berpotensi infeksi ke depannya. Lalu kami melakukan pembersihan luka, kemudian dibalut dengan kasa steril dan band aid untuk menjaga lukanya. Nantinya, perawatan lanjutan akan di follow up oleh bidan setempat,β ujar Kenni.
Antisipasi Penyakit Pascabencana
Pada fase pascabencana, masyarakat membutuhkan penanganan awal agar tenaga medis dapat melakukan rujukan lanjutan secara tepat. Oleh karena itu, Dompet Dhuafa menilai data epidemiologi penyakit sangat penting sebagai dasar penanganan medis di lapangan.
Pusat Krisis Kementerian Kesehatan di Sumatra Barat mencatat sepuluh penyakit terbanyak, mulai dari ISPA, nyeri otot, flu, hingga asam lambung. Memasuki bulan kedua pascabencana, potensi penyakit berbasis lingkungan seperti diare, malaria, DBD, chikungunya, campak, difteri, dan pertusis mulai meningkat.
Penugasan Medis Berkelanjutan
Untuk memastikan pemantauan berkelanjutan, Dompet Dhuafa telah menugaskan tim LKC Sumatra Selatan sejak 6 Desember 2025. Selanjutnya, layanan medis akan dilanjutkan oleh tim LKC Jawa Timur guna menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak.

