NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Harlah ke-72 IPNU, Arif Ajak Pelajar Teguhkan Khidmat dan Refleksikan Sejarah

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama pada 24 Februari 2026 menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan kaderisasi pelajar Nahdliyin.

Pimpinan Redaksi NU Media Jati Agung, Arif Riana, menyampaikan ucapan dan harapannya bertepatan dengan peringatan tersebut.

Dalam pernyataannya, Arif menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan IPNU sebagai wadah kaderisasi pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Selamat Memperingati Harlah ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Meneguhkan Khidmat Pelajar, Menuju Peradaban Mulia,” ujar Arif Riana, Selasa (24/2/2026).

Refleksi Sejarah 72 Tahun Perjalanan

IPNU resmi berdiri pada 24 Februari 1954 di Semarang, Jawa Tengah. Organisasi ini lahir dari kegelisahan para tokoh muda NU yang melihat perlunya wadah kaderisasi khusus bagi pelajar dan santri.

Saat itu, dinamika pelajar NU berkembang pesat, namun belum terhimpun dalam satu organisasi yang terstruktur dan sistematis.

Para penggagas IPNU kemudian membentuk organisasi ini sebagai ruang pembinaan ideologi, intelektual, dan kepemimpinan pelajar.

 

Foto Dok Chandra Prasetya: Pimred NU Media Jati Agung, Arif Riana ucapkan selamat memperingati HUT ke 72 IPNU.

Sejak awal, IPNU mengusung misi menanamkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus membentuk karakter pelajar yang religius dan cinta tanah air.

Selama 72 tahun perjalanannya, IPNU berkembang hingga memiliki struktur dari tingkat pusat hingga ranting desa.

Selain itu, organisasi ini aktif menggelar kaderisasi seperti Makesta, Lakmud, dan Lakut guna mencetak generasi pelajar yang tangguh dan berintegritas.

Gambar Artikel

Arif menilai sejarah panjang tersebut membuktikan konsistensi IPNU dalam menjaga tradisi sekaligus menjawab tantangan zaman.

Momentum Penguatan Kaderisasi Pelajar

Lebih lanjut, Arif menyampaikan bahwa usia 72 tahun bukan sekadar angka. Sebaliknya, usia tersebut menjadi simbol kematangan organisasi dalam membina generasi pelajar yang religius, berintegritas, dan berkemajuan.

Menurutnya, IPNU harus terus hadir sebagai ruang tumbuh bagi pelajar untuk memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang kokoh.

“Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, mari kita terus menguatkan perjuangan IPNU dalam membentuk generasi pelajar yang religius, berintegritas, dan berkemajuan,” lanjutnya.

Ia juga menekankan bahwa IPNU memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keislaman yang moderat dan semangat kebangsaan sejak usia pelajar.

“IPNU hadir sebagai wadah kaderisasi yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, membangun karakter, serta mendorong lahirnya pelajar yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan peradaban,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Arif berharap Harlah ke-72 IPNU tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikannya sebagai titik tolak memperkuat komitmen perjuangan.

“Semoga di usia yang ke-72 ini, IPNU semakin kokoh dalam khidmat, semakin solid dalam gerak, dan semakin nyata dalam memberikan manfaat untuk umat,” tutup Arif Riana.

Peringatan Harlah IPNU setiap 24 Februari pun menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk menjaga akar sejarah perjuangan sekaligus menyiapkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman. (Ahmad Royani, S.H.I.,)