Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG – Aktual Informatif dan Terkini

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Hari Santri: Istigotsah, Upacara, dan Launching Koperasi Nahdloh Prima Pratama

Hari Santri Bawa Semangat Baru di Lampung Tengah

NU MEDIA JATI AGUNG, LAMPUNG TENGAH, – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Terusan Nunyai bersama Pemerintah Kecamatan Terusan Nunyai menyiapkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Panitia menyelenggarakan acara keagamaan, kebangsaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi mulai Rabu, 21 Oktober 2026 di Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah. Lebih lanjut, seluruh elemen masyarakat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum penting guna memperkuat syiar agama Islam. Selain itu, warga Nahdliyin juga menumbuhkan kepedulian sosial serta membangun kemandirian ekonomi umat melalui perayaan bersejarah ini.

Panitia Memusatkan Agenda Utama di Lapangan Transad

Selanjutnya, panitia pelaksana memusatkan seluruh rangkaian upacara Hari Santri di Lapangan Transad, Kampung Bandar Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Pengurus menjadwalkan agenda utama ini pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB pagi hingga selesai. Sementara itu, warga setempat mengawali perayaan dengan mengikuti acara Istigasah Kubro pada hari Rabu malam, 21 Oktober 2026. Oleh karena itu, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi saat menyambut berbagai program bermanfaat dari organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.

Kiai Deni Virawan Menyampaikan Pesan Kepedulian Sosial

Dalam sesi ceramah agama, Sekretaris Lakpesdam PCNU Lampung Timur, Kiai Deni Virawan, S.E., menegaskan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Beliau meminta seluruh kader Nahdlatul Ulama agar selalu memberikan manfaat langsung alih-alih hanya mengandalkan besarnya jumlah warga. ā€œNU tidak cukup hanya besar dalam jumlah, tetapi harus kuat dalam gerakan sosial, kuat dalam kepedulian, dan kuat dalam kemandirian ekonomi umat!ā€ tegasnya. Kemudian, pesan tersebut menuntut organisasi menyajikan dakwah membumi yang menjawab seluruh kebutuhan pokok umat masa kini.

Kiai Nur Daim Memimpin Langsung Acara Istigasah Kubro

Sebagai bagian penting dari perayaan, acara Istigasah Kubro memainkan peran strategis guna memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarsesama. Rais Syuriah PCNU Lampung Tengah, Kiai Haji Nur Daim, memimpin langsung jalannya doa bersama yang melibatkan ratusan jemaah. Beliau juga mengasuh Pondok Pesantren Darussalamah yang berdiri megah di kawasan Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai. Bahkan, pesantren ini menyimpan nilai sejarah tinggi karena para tokoh ulama pernah melantik kepengurusan PCNU Lampung Tengah di lokasi tersebut.

Doa Bersama Mencerminkan Ikhtiar Merawat Harmoni Beragama

Melalui tradisi doa bersama ini, jamaah memanjatkan permohonan tulus agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan bagi bangsa. Lebih dari itu, warga Nahdlatul Ulama menjadikan majelis zikir ini sebagai ikhtiar nyata dalam merawat kehidupan beragama yang damai. Masyarakat saling berinteraksi penuh keakraban sehingga harmoni kerukunan antartetangga terus mengalir sepanjang jalannya acara. Hasilnya, ikatan persaudaraan antarwarga desa semakin meningkat pesat berkat silaturahmi rutin yang para ulama fasilitasi melalui forum keagamaan ini.

Santri Harus Menjawab Tantangan Zaman Secara Cerdas

Peringatan Hari Santri Nasional selalu menginspirasi generasi muda untuk terus mengenang perjuangan heroik ulama kala mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Para tokoh agama berharap kaum santri masa kini mampu menguasai ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak mulia. Selain mengkaji ilmu agama, pemuda pesantren wajib mencintai tanah air sepenuh hati serta memiliki keterampilan hidup yang mumpuni. Dengan demikian, mereka pasti mampu menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks seiring pesatnya kemajuan teknologi digital.

Tim Relawan Menyediakan Berbagai Layanan Kesehatan Gratis

Di samping menyelenggarakan kegiatan keagamaan, panitia acara juga menyediakan sejumlah posko layanan sosial bagi masyarakat umum secara cuma-cuma. Tenaga medis memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, membuka praktik bekam sunah, serta melayani jasa cukur rambut tanpa pungutan biaya sedikitpun. Selanjutnya, penyelenggara menghadirkan bazar makanan sedap dan program penebusan sembako murah bagi keluarga berpenghasilan rendah. Relawan juga memfasilitasi sesi rukiah massal serta bekerja sama dengan palang merah guna mengumpulkan kantong donor darah kemanusiaan.

Syiar Islam Mewujud Melalui Aksi Tolong Menolong

Tentu saja, beragam aksi kemanusiaan tersebut membuktikan bahwa syiar Islam berjalan lurus dengan praktik pelayanan sosial kemasyarakatan. Warga Nahdliyin menjadikan semangat tolong-menolong dan gotong royong sebagai landasan utama dalam memperkuat ikatan solidaritas antarsesama manusia. Bahkan, para relawan bahu-membahu membantu masyarakat miskin agar mereka memperoleh manfaat secara langsung dari kehadiran organisasi Islam ini. Akhirnya, program sosial semacam ini menumbuhkan rasa simpati masyarakat luas terhadap dakwah Nahdlatul Ulama yang penuh kasih sayang.

Pengurus Meresmikan Unit Usaha Koperasi Nahdloh Prima Pratama

Menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi, panitia menjadikan peluncuran Koperasi Nahdloh Prima Pratama sebagai agenda paling strategis dalam perayaan ini. Kiai Haji Nur Daim memotong pita peresmian secara langsung sebagai tanda beroperasinya lembaga keuangan mikro milik jamaah NU tersebut. Ketua Tanfidziyah MWC NU Terusan Nunyai, Kiai Imam Machmudi, turut mendampingi prosesi peluncuran unit usaha yang sangat menjanjikan ini. Pengurus merancang entitas koperasi ini sebagai wadah utama penguatan ekonomi warga melalui sistem kerja sama serta partisipasi aktif anggota.

Pengelola Koperasi Wajib Mengedepankan Prinsip Profesionalisme Tinggi

Pada kesempatan yang sama, Kiai Imam Machmudi menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi memegang porsi penting dalam upaya memberdayakan umat. Oleh sebab itu, beliau menginstruksikan seluruh jajaran pengurus agar senantiasa mengelola perputaran kas koperasi menggunakan standar profesionalisme yang tinggi. Para pengelola wajib menerapkan prinsip transparansi pembukuan, kejujuran ekstra, serta tingkat akuntabilitas tanpa cela saat melayani transaksi anggota. Penerapan tata kelola yang bersih akan memastikan badan usaha ini mendatangkan keuntungan finansial berkelanjutan bagi masyarakat.

Kolaborasi Ulama dan Umara Membangun Lingkungan Produktif

Kolaborasi erat antara MWC NU dan Pemerintah Kecamatan Terusan Nunyai berhasil memperkuat sinergi ulama, aparatur negara, kaum santri, serta masyarakat. Kedua institusi saling mendukung setiap rancangan program unggulan demi membangun karakter warga desa yang religius, rukun, sekaligus produktif. Pemerintah daerah memberikan fasilitas ruang publik, sementara para tokoh agama mengerahkan massa jamaah guna menyukseskan seluruh rangkaian acara. Kerja sama harmonis ini sukses mencetak dampak positif berskala sangat luas bagi kemajuan wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Momentum Perayaan Memicu Kebangkitan Ekonomi Umat Islam

Kesimpulannya, rangkaian kegiatan perayaan Hari Santri tahun ini tidak hanya berhenti pada acara seremonial tahunan yang minim makna. Lebih jauh lagi, warga Nahdliyin menjadikan momentum ini sebagai mesin penggerak dakwah menyejukkan yang menyentuh lapisan akar rumput. Seluruh jamaah membuktikan kepedulian sosial mereka melalui tindakan nyata yang sukses meringankan beban hidup kelompok masyarakat kurang mampu. Pada akhirnya, kebangkitan gerakan kedermawanan ini mempercepat terwujudnya cita-cita luhur yakni kemandirian ekonomi umat Islam Nusantara.

Masyarakat Menyambut Antusias Seluruh Program Bermanfaat NU

Sejak hari pertama pelaksanaan, masyarakat desa berbondong-bondong memadati lokasi acara guna mengikuti berbagai program bermanfaat tersebut. Para pemuda karang taruna turut membantu panitia dalam mengatur arus lalu lintas demi mencegah kemacetan panjang di sekitar area publik. Sementara itu, kaum ibu menyiapkan berbagai hidangan lezat bagi para peserta upacara maupun pasien layanan pengobatan gratis. Antusiasme luar biasa ini menunjukkan betapa masyarakat sangat menantikan program kerja inovatif dari kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama.