Harga Emas Naik Tajam di Awal Maret 2026
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung– Harga emas Pegadaian melonjak tajam pada awal Maret 2026. PT Pegadaian (Persero) menaikkan harga emas jenis UBS dan Galeri24 pada perdagangan Minggu (1/3/2026).
Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian, emas UBS kini dibanderol Rp3.123.000 per gram. Sementara itu, Galeri24 dijual Rp3.092.000 per gram. Sebelumnya, pada Sabtu, emas UBS masih berada di level Rp3.080.000 per gram dan Galeri24 Rp3.065.000 per gram.
Dengan demikian, kenaikan terjadi signifikan dalam sehari. Namun demikian, Pegadaian menyatakan harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global.
Rincian Harga Emas Galeri24
Berikut daftar harga emas Galeri24:
- 0,5 gram: Rp1.622.000
- 1 gram: Rp3.092.000
- 2 gram: Rp6.109.000
- 5 gram: Rp15.161.000
- 10 gram: Rp30.241.000
- 25 gram: Rp75.197.000
- 50 gram: Rp150.275.000
- 100 gram: Rp300.400.000
- 250 gram: Rp749.156.000
- 500 gram: Rp1.498.310.000
- 1.000 gram: Rp2.996.619.000
Galeri24 menyediakan emas mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Rincian Harga Emas UBS
Sementara itu, berikut daftar harga emas UBS:
- 0,5 gram: Rp1.688.000
- 1 gram: Rp3.123.000
- 2 gram: Rp6.197.000
- 5 gram: Rp15.312.000
- 10 gram: Rp30.463.000
- 25 gram: Rp76.008.000
- 50 gram: Rp151.705.000
- 100 gram: Rp303.289.000
- 250 gram: Rp757.998.000
- 500 gram: Rp1.514.217.000
UBS menyediakan emas mulai 0,5 gram hingga 500 gram.
Konflik Timur Tengah Dorong Lonjakan Harga Emas
Selain kenaikan domestik, analis komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia dapat menembus USD6.000 per troy ounce jika konflik Timur Tengah terus memanas.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa negaranya melancarkan serangan pre-emptif terhadap Iran. Kondisi tersebut meningkatkan ketidakpastian global.
βKalau perang ini masih terus bercamuk, kemungkinan besar level USD 6.000 per troy ounce bisa tercapai di bulan Maret,β ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Faktor Perang Dagang dan Kebijakan Suku Bunga
Selain faktor geopolitik, Ibrahim juga menyoroti potensi perang dagang. Ia menyebut mantan Presiden AS, Donald Trump, masih berencana menerapkan tarif impor 15% kepada negara mitra dagang.
Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, juga memengaruhi pasar. Ibrahim menilai peluang penurunan suku bunga tetap terbuka setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir.
Ia menyebut nama Kevin Warsh sebagai kandidat yang berpotensi mendorong pelonggaran moneter lebih agresif.
βKalau suku bunga diturunkan lebih banyak, emas akan kembali naik karena dolar melemah dan likuiditas bertambah,β jelasnya.
Dampak ke Harga Emas Dalam Negeri
Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS dapat memperkuat kenaikan harga emas batangan di dalam negeri. Bahkan, ia menilai harga emas berpotensi menembus Rp3.500.000 per gram pada Maret.
βFundamental inilah yang mempengaruhi harga emas dunia maupun logam mulia. Kombinasi perang, perang dagang, dan kebijakan suku bunga akan membuat harga emas terus naik,β tegas Ibrahim.
Dengan berbagai sentimen tersebut, harga emas berpotensi tetap tinggi dalam jangka pendek, baik di pasar global maupun domestik. (ARIF)

