NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Pesan Menggetarkan dari Pengajian Fatayat NU Jati Agung: Ngandel, Bandel, Kendel, Kandel

Pengajian Triwulan Fatayat NU Jati Agung Perkuat Semangat Khidmat dan Kaderisasi

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Pengajian Triwulan Fatayat NU Jati Agung yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jati Agung, Ahad (14/6/2026), berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kaderisasi bagi anggota Fatayat NU di tingkat ranting se-Kecamatan Jati Agung.

Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Mustasyar MWCNU Jati Agung, Kyai Nurcholish Ahmad, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung Kyai Ahmad Ansori, Ketua PAC Fatayat NU Jati Agung Nyai Binti Sayyidatun Naimah, Ketua PAC Muslimat NU Jati Agung Nyai Siti Munawaroh, Pengasuh Ponpes Nurul Islam Gus Roji, Sekretaris Desa Sumber Jaya, perwakilan IPNU dan IPPNU, serta Ketua PAC GP Ansor Jati Agung Wariyanto.

Kehadiran para kyai, bu nyai, pengurus badan otonom, dan kader Fatayat NU menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun organisasi serta mempererat ukhuwah Nahdliyah di Kecamatan Jati Agung.

Ketua Ranting Fatayat NU Sumber Jaya Sampaikan Terima Kasih

Ketua Ranting Fatayat NU Desa Sumber Jaya, Sahabat Nur Badriyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Foto Ist: Sambutan Ketua Ranting Fatayat Sumber Jaya, Sahabat Nur Badriyah.Ā 

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut andil dalam menyukseskan acara hari ini. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan, baik dalam penyediaan konsumsi maupun penyambutan kepada para tamu undangan,” ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Nur Badriyah juga berharap kegiatan pengajian rutin dapat terus menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota Fatayat NU serta memperkuat semangat berkhidmat di tengah masyarakat.

Fatayat NU Jati Agung Kini Hadir di Lima Desa

Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Jati Agung, Nyai Binti Sayyidatun Naimah, mengawali sambutannya dengan mengabsen ranting-ranting yang hadir, yaitu Fatayat NU Ranting Purwotani, Margakaya, Sumber Jaya, Sinar Rejeki, dan Marga Agung.

“Alhamdulillah, hari ini para kiai dan sesepuh telah berkenan hadir dalam Pengajian Rutin Triwulan Fatayat NU. Saya juga mohon maaf karena undangan yang disebarkan kemarin belum dilengkapi cap organisasi, sebab cap baru selesai dibuat hari ini. Namun Alhamdulillah, para undangan tetap berkenan hadir,” tuturnya, Ahad (14/6/2026).Ā 

Selanjutnya, ia menyampaikan rasa bangga kepada seluruh kader yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan aktif menjalankan amanah organisasi.

Menurut Nyai Binti Sayyidatun N, hingga saat ini kepengurusan Fatayat NU telah terbentuk di lima desa di Kecamatan Jati Agung, yakni Desa Purwotani, Margakaya, Sumber Jaya, Sinar Rejeki, dan Marga Agung.

Foto Ist: Sambutan Ketua PAC Fatayat NU Jati Agung, Nyai Binti Sayyidatun N.Ā 

Meskipun usia kepengurusan Fatayat NU Jati Agung belum genap satu tahun, namun setiap ranting telah memiliki sekitar 25 anggota aktif.

Oleh karena itu, perkembangan tersebut menjadi capaian yang membanggakan sekaligus modal penting untuk memperluas gerakan Fatayat NU di wilayah Jati Agung.

“Ini adalah para sahabat Fatayat yang memiliki niat untuk berkhidmat melalui Nahdlatul Ulama. Berjuang di Fatayat tidaklah mudah, tetapi inilah jalan perjuangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Empat Pesan Menggetarkan: Ngandel, Bandel, Kendel, Kandel

Dalam kesempatan tersebut, Nyai Binti Sayyidatun N menyampaikan empat kunci penting yang harus dimiliki kader Fatayat NU dalam menjalankan amanah organisasi.

Pertama adalah Ngandel atau percaya. Setiap kader harus memiliki keyakinan bahwa Fatayat NU merupakan organisasi resmi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Kedua adalah Bandel atau tangguh. Kader Fatayat NU harus memiliki keteguhan hati, tidak mudah menyerah, tidak mudah terbawa perasaan, dan tetap istiqamah menghadapi berbagai tantangan organisasi.

Gambar Artikel

Ketiga adalah Kendel atau berani. Kader harus berani menerima amanah, menjalankan tugas organisasi, serta tidak malu bertanya kepada pihak yang lebih memahami ketika menghadapi kesulitan.

Keempat adalah Kandel atau kuat dan ikhlas dalam berjuang. Menurutnya, perjuangan di Fatayat NU tidak berorientasi pada materi, melainkan pada pengabdian dan perjuangan untuk organisasi serta umat.

“Baik di Fatayat maupun Muslimat, yang terpenting adalah tetap mengaji dan menuntut ilmu,” ujarnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian para peserta pengajian karena dinilai relevan dengan tantangan kaderisasi dan pengembangan organisasi di tengah masyarakat.

MWCNU Jati Agung Ajak Jamaah Luruskan Niat Menuntut Ilmu

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung, Kyai Ahmad Ansori, mengajak seluruh jamaah untuk meluruskan niat dalam menghadiri pengajian sebagai bagian dari tholabul ilmi atau menuntut ilmu.

“Alhamdulillah, niatkan setiap langkah kita sebagai tholabul ilmi. Semoga Muslimat semakin jaya, Fatayat semakin berkembang, dan semuanya memiliki keberanian dalam berjuang,” ungkapnya.

Foto Ist : Sambutan Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung, Kyai Ahmad Ansori.Ā 

Ia menegaskan bahwa Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor, serta seluruh badan otonom lainnya merupakan bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang memiliki tujuan perjuangan yang sama.

“Kita berada dalam satu wadah yang sama, yaitu Nahdlatul Ulama. Setiap pengajian hendaknya kita niatkan sebagai ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan dalam keluarga besar NU,” katanya.

Selain itu, Kyai Ahmad Ansori juga menyampaikan apresiasi kepada kader Ansor yang belum lama ini tepilih Sahabat Wariyanto.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus memberikan dukungan kepada Fatayat NU dan Ansor agar mampu menjalankan program organisasi secara maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Mohon dukungan dari bapak dan ibu semua agar Fatayat NU dan Ansor dapat berjalan dengan baik, semakin kompak, dan seluruh ranting di Kecamatan Jati Agung dapat segera terbentuk secara menyeluruh,” pungkasnya.

Tausiyah Kyai Nurcholish Ahmad Menutup Rangkaian Acara

Setelah seluruh sambutan selesai, panitia melanjutkan kegiatan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah, Kyai Nurcholish Ahmad.

Foto Ist: Tausyiah Abah Yai Nurcholish Ahmad.Ā 

Melalui tausiyah tersebut, para jamaah mendapatkan penguatan nilai-nilai keislaman, pentingnya menjaga semangat menuntut ilmu, serta motivasi untuk terus berkhidmat melalui Nahdlatul Ulama dan badan otonomnya.

Dengan terselenggaranya Pengajian Triwulan Fatayat NU Jati Agung, para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin.

Selain memperkuat ukhuwah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana efektif dalam membangun kader yang tangguh, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat melalui Nahdlatul Ulama. (ARIF)