Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Gus Ipul Ungkap Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU

Rangkap Jabatan Juga Masuk Materi Komisi I

Jawa Timur, NU Media Jati Agung — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap adanya dua opsi sistem pemilihan Ketua Umum PBNU yang menjadi pembahasan dalam Sidang Komisi I Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut saat hendak meninjau jalannya Sidang Komisi I. Ia mengatakan sejumlah materi dalam persidangan diperkirakan membutuhkan waktu karena berpotensi memunculkan perdebatan.

ā€œDi sidang komisi nanti kita tahu ada beberapa bahasan yang mungkin memerlukan waktu ya, karena pasti akan terjadi perdebatan-perdebatan,ā€ ujar Gus Ipul kepada awak media sebelum masuk meninjau proses sidang.Ā 

Dua Opsi Sistem Pemilihan Ketua Umum PBNU

Gus Ipul menyebut sistem pemilihan Ketua Umum PBNU menjadi salah satu materi yang akan dibahas dalam persidangan. Dari hasil Munas dan Konferensi, terdapat dua opsi yang berkembang.

ā€œYang pertama soal sistem pemilihan Ketua Umum, dimana dari hasil Munas dan Konferensi itu ada dua opsi, opsi yang lama yang seperti sekarang ini yang seperti sebelumnya,ā€ ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam mekanisme lama, calon yang memenuhi persyaratan dengan jumlah tertentu dapat melanjutkan ke tahapan pencalonan berikutnya dengan mendapatkan restu dari Rais Aam.

ā€œSiapa yang memenuhi syarat dengan jumlah tertentu meneruskan ke pencalonan berikutnya dengan mendapatkan restu dari Rais Aam,ā€ jelas Gus Ipul.

Sementara itu, terdapat usulan baru mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.Ā 

Dalam opsi tersebut, setiap wilayah dan cabang yang memiliki hak suara mengusulkan lima nama.

ā€œNah, itu ada usulan baru bagaimana Ketua Umum itu dipilih dengan model yang lain dimana setiap wilayah dan cabang pemilik suara itu mengusulkan lima nama,ā€ ujarnya.

Nama-nama tersebut selanjutnya akan diproses berdasarkan perolehan suara. Kandidat dengan suara terbanyak kemudian dapat diteruskan kepada Rais Aam.

ā€œSeterusnya nanti suara terbanyak bisa diteruskan ke Rais Aam begitu,ā€ kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan, kedua mekanisme tersebut masih berupa opsi dan belum menjadi keputusan final. Keputusan akhir tetap berada di tangan forum Muktamar.

ā€œItu adalah opsi yang tentu semua tergantung keputusan Muktamar,ā€ tegasnya.

Rangkap Jabatan Ikut Jadi Pembahasan

Selain sistem pemilihan Ketua Umum PBNU, persoalan rangkap jabatan juga menjadi materi yang dibahas dalam Komisi I.

Gus Ipul menyebut terdapat usulan mengenai boleh atau tidaknya pengurus NU merangkap jabatan.

ā€œKemudian yang kedua juga ada pembahasan menyangkut rangkap jabatan, nah apakah pengurus itu boleh merangkap jabatan atau tidak,ā€ ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan ketentuan yang selama ini berlaku di lingkungan PBNU.

ā€œAtau hanya seperti sekarang ini ketua umum bersama wakil-wakil ketua umum dan Rais Aam dan juga Wakil Wakil Rais Aam, tidak boleh merangkap,ā€ jelas Gus Ipul.

Menurutnya, persoalan tersebut masih berupa usulan yang akan dibahas dalam forum Muktamar.

ā€œNah ini adalah usulan-usulan, ada dinamika dinamika yang tentu nanti semuanya tergantung pada Muktamar,ā€ ungkapnya.

Ia menambahkan, gagasan tersebut sebelumnya telah menjadi bagian dari aspirasi yang dibahas dalam proses menuju Muktamar.

ā€œItu baru berupa aspirasi yang waktu itu dibahas,ā€ kata Gus Ipul.

Materi Muktamar Telah Melalui Proses Pembahasan

Gus Ipul menjelaskan, berbagai materi yang dibawa ke Muktamar ke-35 tidak muncul secara tiba-tiba.

Materi tersebut telah melalui proses pembahasan di sejumlah forum sebelumnya.

ā€œJadi sesungguhnya draft materi yang ada ini sudah melalui proses tidak tiba-tiba ada, mungkin dari bahasan di PBNU kemudian di Munas Kombes setelah itu langsung dibawa ke Muktamar,ā€ jelasnya.

Menurut Gus Ipul, dinamika pembahasan di komisi-komisi organisasi justru menjadi bagian menarik dari pelaksanaan Muktamar ke-35.

ā€œDi komisi-komisi organisasi pasti menarik nantinya ya. Ini saja sudah mulai menarik,ā€ ujarnya.

Gus Ipul Minta Peserta Tetap Gembira

Di tengah perbedaan pendapat yang berpotensi muncul dalam persidangan, Gus Ipul mengingatkan seluruh peserta Muktamar agar tetap menjaga suasana gembira.

Menurutnya, perbedaan dan perdebatan merupakan hal yang biasa dalam dinamika NU.

ā€œYa tapi itulah NU ya biasa, kita sudah terbiasa dengan perbedaan kita sudah terbiasa berdebat,ā€ tuturnya.

Ia berharap perbedaan dalam pembahasan tetap berlangsung dalam suasana yang baik, terlebih Muktamar ke-35 digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.

ā€œ Tetapi tentu sebagaimana harapan kita semua khususnya juga Pondok Pesantren Bahrul ulum agar apapun yang terjadi perbedaan sekeras apapun kita harus tetap gembira ya, kita harus tetap gembira,ā€ kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa Muktamar berlangsung di lingkungan pesantren yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan para muassis NU.

ā€œ Ini berada di pangkuan muasis di pesantrennya Mbah Wahab Chasbullah, dan disini ada Makam nya Mbah Wahab Chasbullah,ā€ ungkapnya.

Ia kemudian menyebut keberadaan makam sejumlah ulama besar NU yang berada tidak jauh dari lokasi Muktamar.

ā€œTidak jauh dari sini ada makamnya Mbah Yai Hasyim Asy’ari ada makam Mbah Bisri Syansuri,ā€ ujarnya.

Gus Ipul berharap keberadaan para ulama dan sejarah pesantren tersebut dapat menjadi penyemangat bagi seluruh peserta Muktamar dalam mengikuti rangkaian persidangan.

ā€œMudah-mudahan ini menjadi penyemangat jadi inspirasi menjadi motivasi bagi peserta Muktamar sehingga gembira,ā€ harapnya.

Ia berharap perdebatan yang berlangsung dalam Muktamar tetap membawa suasana positif dan berujung pada keberkahan.

ā€œSetelah kita debat dengan suasana gembira yang datang kemudian keberkahan Amin akhirnya kita semua Alhamdulillah ya jelas Ya baik terima kasih,ā€ pungkas Gus Ipul. (ARIF).Ā