Gus Ipang Dorong Inovasi Dakwah Digital Dekati Generasi Muda
Jakarta, NU Media Jati Agung – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid, mengapresiasi keberhasilan NU Online meraih penghargaan AMSI Awards 2026.
Ia mendorong pengembangan inovasi digital agar dakwah Islam semakin dekat dengan generasi muda.
Dalam ajang Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Awards 2026, NU Online meraih penghargaan kategori Inovasi Strategi dan Pertumbuhan Engagement Terbaik.
Prestasi ini melanjutkan capaian tahun 2025, ketika NU Online meraih penghargaan kategori Inovasi Produk dan Teknologi Terbaik.
Sebagaimana dilansir dari NU Online, Gus Ipang menyampaikan apresiasi tersebut saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, perkembangan NU Online sebagai media Islam tidak hanya terlihat dari produk jurnalistik.
Media tersebut juga mengembangkan berbagai layanan keagamaan digital untuk masyarakat.
Layanan itu meliputi aplikasi Super App NU Online, Al-Qur’an digital, web Hadits, hingga layanan filantropi Islam.
“Menurut saya (NU Online) luar biasa. Saya juga tahu bahwa NU Online ini termasuk yang terbaik untuk kategori media keislaman. Kita juga tahu bahwa NU Online sudah punya Super App, punya layanan Al-Qur’an digital, punya situs web, dan media sosial,” ujarnya.
Gus Ipang Rasakan Manfaat Super App NU Online
Gus Ipang mengaku menjadi salah satu pengguna aplikasi NU Online setelah sebelumnya menggunakan aplikasi lain.
Ia merasakan kemudahan sejumlah fitur, terutama layanan untuk menentukan arah kiblat.
“Saya sendiri juga termasuk pengguna. Tadinya saya pakai aplikasi yang lain. Begitu tahu manfaatnya dari NU Online, saya pindah dan memakai aplikasi itu. Menentukan kiblatnya lebih gampang, bisa dari foto langsung,” tuturnya.
Ia menilai berbagai inovasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Pengguna layanan NU Online, menurutnya, tidak terbatas pada kalangan Nahdlatul Ulama.
“Jadi, memang banyak terobosan di NU Online yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Bukan hanya bagi jamaah Nahdlatul Ulama, tetapi juga untuk semuanya,” tuturnya.
Selain mengapresiasi inovasi teknologi, Gus Ipang juga menyampaikan penghargaan kepada para pembaca dan pengguna yang mendukung perkembangan NU Online.
Dukungan tersebut mencakup kontribusi pemikiran maupun donasi untuk pengembangan media dan layanan keagamaan digital.
“Jadi, apresiasi terhadap para pembaca yang sudah mengontribusikan baik pikirannya maupun donasinya. Itu saya sangat menghargai sekali,” katanya.
NU Online Diminta Dekat dengan Generasi Muda
Lebih lanjut, Gus Ipang menyoroti pentingnya pembaruan strategi dakwah digital.
Menurutnya, pendekatan dakwah perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan generasi muda.
Besarnya proporsi Generasi Z dan generasi milenial dalam komposisi penduduk Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya pembaruan tersebut.
Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU tidak hanya menjadi pengetahuan.
Nilai tersebut perlu diterapkan dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.
Selain itu, Gus Ipang menilai pesantren dan kalangan santri perlu terhubung dengan perkembangan dunia digital.
Ia juga mengingatkan agar NU Online tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih.
Tantangan ke depan adalah menghadirkan konten yang relevan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan terbuai dengan apa yang sudah dicapai. Tantangan ke depan ada di depan kita. Nah, bagaimana caranya menghadirkan sesuatu yang relevan dengan generasi anak muda dan menjadikannya bermanfaat?”
Gus Ipang kemudian menegaskan bahwa dampak konten harus menjadi ukuran dalam mengembangkan media digital.
“Patokannya apa? Patokannya adalah dampak, seberapa berdampak konten-konten yang kita hasilkan,” pungkasnya.
Ia berharap NU Online terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda sekaligus memperluas manfaat dakwah Islam di ruang digital. (ARIF)

