Griya Batik Colet Srikandi Tampilkan Kerajinan Limbah Kaca
JOMBANG, NU Media Jati Agung ā Produk kerajinan berbahan limbah kaca menarik perhatian dalam Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad (23/8/2026). Stand Dekranasda Kabupaten Jombang menghadirkan berbagai produk dari UMKM binaan Disdagrin Kabupaten Jombang.
Salah satu UMKM yang ikut menampilkan produknya yaitu Griya Batik Colet Srikandi. UMKM tersebut membawa berbagai produk batik dan kerajinan khas Jombang.
Griya Batik Colet Srikandi juga memperkenalkan manik-manik hasil olahan limbah kaca. Produk tersebut berasal dari Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.
Pemilik Griya Batik Colet Srikandi, Ibu Marli, menjelaskan potensi kerajinan tersebut. Ia menyebut produk manik-manik dari wilayah tersebut telah menjangkau pasar internasional.
āManik-manik yang ada di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang itu sudah go internasional,ā ujar Ibu Marli saat ditemui di stand Dekranasda Kabupaten Jombang, Ahad (23/8/2026).
Menurut Ibu Marli, para perajin memanfaatkan limbah kaca untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Mereka mengolah bahan tersebut menjadi berbagai jenis manik-manik.
Para perajin kemudian menggunakan manik-manik tersebut untuk membuat gelang dan kalung. Mereka juga mengembangkan berbagai produk suvenir untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Pemanfaatan limbah kaca juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Para pelaku usaha bahkan membuka kesempatan kerja bagi warga di lingkungan perajin.
āKarena itu dari limbah kaca, alhamdulillah teman-teman itu bisa merekrut banyak karyawan dari sekitarnya. Jadi untuk mengangkat perekonomian teman-teman,ā jelasnya.
UMKM Binaan Disdagrin Kenalkan Produk Lokal
Keikutsertaan Griya Batik Colet Srikandi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk UMKM Jombang. Stand Dekranasda Kabupaten Jombang mengumpulkan berbagai produk unggulan dari pelaku usaha binaan Disdagrin.
Kehadiran berbagai UMKM tersebut memperlihatkan keragaman produk lokal Jombang. Setiap pelaku usaha membawa karakter dan keunggulan masing-masing.
Griya Batik Colet Srikandi mengangkat batik dan kerajinan sebagai produk unggulan. Produk tersebut sekaligus membawa identitas budaya dan kreativitas masyarakat Jombang.
Pameran melalui kegiatan Muktamar NU memberikan ruang promosi bagi para pelaku UMKM. Pengunjung dari berbagai daerah dapat melihat langsung produk yang mereka hasilkan.
Kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jaringan pasar. Pelaku usaha dapat mengenalkan produk kepada calon konsumen dari berbagai wilayah.
Kenalkan Motif Khas Batik Jombang
Selain kerajinan manik-manik, Griya Batik Colet Srikandi membawa berbagai motif batik khas Jombang. Beberapa motif mengambil inspirasi dari ikon daerah.
Ibu Marli menyebut motif Arimbi sebagai salah satu karya yang mereka kembangkan. Motif tersebut mengambil inspirasi dari Candi Arimbi di Kabupaten Jombang.
āKalau di Jombang itu ada beberapa ikon. Ada Arimbi, motif Arimbi itu dari candi, Candi Arimbi yang ada di Jombang salah satunya,ā katanya.
Selain Arimbi, terdapat pula motif Ringin Contong. Motif tersebut mengambil inspirasi dari salah satu ikon yang masyarakat Jombang kenal.
āTerus ada ikon Ringin Contong, Ringin Contong itu seperti tower,ā lanjutnya.
Menurut Ibu Marli, Jombang memiliki banyak potensi untuk pengembangan motif batik. Berbagai ikon daerah dapat menjadi sumber inspirasi bagi para perajin.
Pengembangan motif berbasis ikon daerah juga memperkuat identitas batik Jombang. Produk tersebut tidak hanya menawarkan nilai ekonomi.
Motif batik juga dapat membawa cerita mengenai budaya dan karakter daerah. Masyarakat kemudian dapat mengenal Jombang melalui karya para perajin lokal.
Griya Batik Colet Srikandi Sediakan Program Belajar Membatik
Griya Batik Colet Srikandi tidak hanya menawarkan produk batik kepada masyarakat. UMKM tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan untuk kegiatan membatik.
Produk yang tersedia mencakup batik tulis dan batik cap. Koleksinya juga menghadirkan berbagai motif yang mengangkat ciri khas Jombang.
Masyarakat juga dapat mengikuti program belajar membatik. Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal proses pembuatan batik secara langsung.
Peserta dapat mempelajari tahapan membatik melalui kegiatan praktik. Program tersebut juga membantu mengenalkan keterampilan tradisional kepada masyarakat.
Kegiatan belajar membatik memiliki nilai penting dalam pelestarian budaya. Generasi muda dapat mengenal proses pembuatan batik melalui pengalaman langsung.
Griya Batik Colet Srikandi memadukan kegiatan usaha dengan pelestarian keterampilan tradisional. Upaya tersebut sekaligus memperkuat keberadaan batik sebagai bagian dari budaya lokal.
Ikut Meramaikan Expo Muktamar NU ke-35
Ibu Marli menyampaikan rasa syukur karena mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai Expo dan Bazar Muktamar NU menjadi ruang untuk memperkenalkan produk UMKM Jombang.
āIya, ikut meramaikan acara Muktamar, alhamdulillah diberi kesempatan. Mudah-mudahan acaranya lancar, yang terpilih adalah yang amanah untuk umat,ā tuturnya.
Keikutsertaan UMKM dalam kegiatan tersebut memberikan peluang promosi secara langsung. Pengunjung dapat mengenal produk lokal melalui stand Dekranasda Kabupaten Jombang.
Berbagai produk UMKM binaan Disdagrin hadir dalam satu ruang pameran. Kondisi tersebut memperlihatkan potensi ekonomi kreatif yang berkembang di Kabupaten Jombang.
Griya Batik Colet Srikandi menjadi salah satu pelaku usaha yang membawa produk kerajinan lokal. Produk batik dan manik-manik menjadi bagian dari kekayaan produk yang mereka tampilkan.
Limbah Kaca Bernilai Ekonomi
Kerajinan manik-manik dari limbah kaca menjadi salah satu produk yang memiliki daya tarik tersendiri. Perajin mengubah bahan sisa menjadi produk dengan nilai jual.
Proses tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Perajin juga dapat menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan usaha.
Produk yang mampu menjangkau pasar internasional menunjukkan peluang besar bagi kerajinan lokal. Pengembangan kualitas dan inovasi dapat memperkuat daya saing produk tersebut.
Griya Batik Colet Srikandi turut memperkenalkan potensi tersebut kepada pengunjung Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35. Kehadiran produk lokal menjadi bagian dari promosi UMKM Jombang.
Perkuat Identitas Produk Jombang
Batik dengan motif ikon daerah dapat memperkuat identitas produk Jombang. Para perajin dapat mengangkat berbagai kekayaan lokal melalui desain dan karya mereka.
Kerajinan limbah kaca juga menunjukkan sisi lain kreativitas masyarakat Jombang. Produk tersebut menggabungkan nilai ekonomi dengan pemanfaatan bahan yang sebelumnya kurang bernilai.
Melalui stand Dekranasda Kabupaten Jombang, berbagai UMKM binaan Disdagrin dapat memperkenalkan produknya. Kegiatan tersebut membuka ruang promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Griya Batik Colet Srikandi berharap produk lokal semakin dikenal masyarakat. Pelaku UMKM juga dapat terus mengembangkan produk melalui inovasi dan kreativitas.
Griya Batik Colet Srikandi beralamat di Jl. Raya Bandung, Desa Ceweng, Kabupaten Jombang.
Masyarakat dapat menghubungi Griya Batik Colet Srikandi melalui nomor 0812-3152-9927. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui produk dan program belajar membatik.

