Grand Mall Bekasi resmi menutup seluruh operasionalnya sejak awal 2025. Keputusan ini muncul akibat tekanan ekonomi, turunnya daya beli, dan persaingan ketat dengan mal modern di sekitar Bekasi.
Suasana Sepi di Kawasan Grand Mall Bekasi
Bekasi, NU Media Jati Agung — Kawasan Grand Mall Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman, Harapan Mulya, kini tampak sepi. Semua pintu masuk terkunci rapat tanpa satu pun aktivitas di dalamnya. Pusat perbelanjaan yang dulu ramai pengunjung itu kini tidak lagi beroperasi.
Melansir Kompas.com pada Jum’at (10/10/2025), area lobi utama terlihat kosong. Di depan pintu, hanya berdiri tiga papan peringatan bertuliskan “Awas lantai basah” dan sebuah mesin penjual minuman otomatis yang sudah tidak berfungsi. Lampu-lampu di dalam mal padam total, sedangkan seluruh toko menutup pintu.
Di area luar mal, suasana tidak jauh berbeda. Sejumlah ruko di sekitar Grand Mall juga berhenti beroperasi. Beberapa memasang papan bertuliskan “dijual” atau “disewakan”.
Salah satu gerai cepat saji terkenal yang dulu menjadi ikon pintu utama kini menurunkan tirai operasionalnya.
Spanduk besar di depannya bertuliskan ucapan terima kasih kepada pelanggan serta informasi bahwa layanan tersedia di cabang lain, seperti Summarecon Mall Bekasi dan Harapan Indah.
Meski sebagian besar ruko tutup, beberapa usaha kecil masih bertahan. Di antaranya warung kopi, penjual bakso, lembaga pembiayaan, dan kantor perbankan. Di depan ruko-ruko itu, sejumlah kendaraan masih terlihat terparkir.
Warga Akui Grand Mall Bekasi Sepi Pengunjung
Seorang penjaga ruko, Icha (20), mengaku Grand Mall Bekasi sudah lama kehilangan pengunjung.
“Enggak ada yang datang ke mal. Toko-toko juga sudah lama tutup,” ujarnya saat ditemui Jumat siang.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas kini hanya terjadi di ruko sekitar mal.
“Paling ya orang datang ke ruko yang masih buka, bukan ke dalam malnya,” tambahnya.
Vina (18), penjaga toko lain, mengungkapkan hal serupa.
“Kalau ramai itu karena orang-orang kantor di belakang. Kalau ke dalam mal, udah enggak ada pengunjung,” katanya.
Keterangan para penjaga toko itu menunjukkan bahwa penurunan aktivitas di Grand Mall Bekasi sudah terjadi cukup lama sebelum penutupan resmi dilakukan.
Manajemen Pastikan Penutupan Sementara
Manajemen Grand Mall Bekasi membenarkan kabar penutupan. Sufala Handri, Senior Head Department Marketing Communication Grand Mall Bekasi, menjelaskan bahwa sejak 1 Januari 2025, pihaknya memutuskan menutup sementara operasional bagian ritel.
“Memang sejak awal tahun, area ritel Grand Mall kami tutup sementara sesuai keputusan manajemen,” kata Sufala saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, keputusan itu muncul karena sebagian besar tenant menghentikan aktivitas bisnis akibat tekanan ekonomi.
“Kebanyakan tenant memutuskan untuk menutup sementara karena pertimbangan biaya operasional dan turunnya daya beli masyarakat,” jelasnya.
Sufala menegaskan bahwa manajemen tidak mengambil keputusan secara mendadak. Mereka mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk biaya operasional yang terus meningkat dan pendapatan yang menurun drastis.
Tekanan Ekonomi Jadi Faktor Utama
“Mungkin ini dampak dari kondisi ekonomi yang belum stabil. Dengan cost yang besar dan pendapatan menurun, manajemen memilih berhenti sementara,” ungkap Sufala.
Ia menambahkan bahwa sektor ritel masih berjuang pulih dari dampak pandemi Covid-19.
“Efek pandemi itu nyata. Sampai sekarang daya beli masyarakat belum kembali seperti dulu. Ritel masih mencari bentuk untuk bertahan,” ujarnya.
Penurunan daya beli masyarakat menjadi pukulan berat bagi banyak pengelola pusat perbelanjaan. Dalam situasi seperti ini, banyak pelaku bisnis ritel memilih menutup sementara gerai mereka untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Selain itu, biaya operasional yang tinggi, seperti listrik dan perawatan gedung, juga memperburuk kondisi keuangan pengelola mal. Banyak pengusaha menilai, beroperasi dengan tingkat kunjungan rendah justru menambah beban keuangan.
Manajemen Siapkan Rencana Revitalisasi
Meskipun saat ini seluruh kegiatan berhenti, manajemen Grand Mall Bekasi tengah menyiapkan langkah baru. Mereka berencana menghidupkan kembali kawasan tersebut melalui konsep yang lebih segar dan menyesuaikan dengan tren masyarakat saat ini.
“Kami sedang membahas sejumlah rencana terobosan. Tapi untuk sekarang belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap pembahasan internal,” ujar Sufala.
Ia memastikan, manajemen berkomitmen untuk mencari solusi terbaik agar Grand Mall Bekasi bisa kembali beroperasi.
“Kami berusaha menghadirkan konsep baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekarang,” tambahnya.
Langkah revitalisasi itu diharapkan mampu menarik kembali minat pengunjung dan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan di kawasan Bekasi.
Persaingan Ketat Antar Mal di Bekasi
Selain tekanan ekonomi, pengamat lokal menilai Grand Mall Bekasi kalah bersaing dengan sejumlah pusat belanja baru. Kehadiran Summarecon Mall Bekasi, Revo Mall, Mega Bekasi, dan AEON Mall Cakung menciptakan persaingan yang sangat ketat.
Mal-mal tersebut menawarkan pengalaman berbelanja lebih modern, lengkap, dan nyaman. Banyak warga Bekasi kini beralih ke pusat belanja yang menyediakan hiburan keluarga, area kuliner, serta akses transportasi yang mudah.
Fenomena ini membuat Grand Mall Bekasi kehilangan daya tarik utamanya. Tanpa pembaruan konsep dan fasilitas, mal tersebut sulit menarik pengunjung di tengah maraknya pembangunan pusat belanja baru di sekitar kota.
Harapan Publik untuk Kebangkitan Grand Mall Bekasi
Masyarakat berharap Grand Mall Bekasi dapat bangkit melalui konsep baru yang lebih relevan. Banyak pihak menilai lokasi mal strategis dan masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Dengan dukungan investor serta konsep bisnis yang tepat, Grand Mall Bekasi berpeluang menjadi destinasi baru yang kembali menghidupkan denyut ekonomi Kota Bekasi. (ARF)

