PESISIR BARAT, LAMPUNG – Sebuah gempa bumi berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Pesisir Barat, Lampung, pada Selasa pagi (24/1/2023) pukul 05.55 WIB. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di laut, sekitar 55 kilometer tenggara wilayah Pesisir Barat dengan kedalaman 46 kilometer. Lokasi gempa teridentifikasi pada koordinat 5.62 Lintang Selatan (LS) dan 104.19 Bujur Timur (BT).
Menurut BMKG, hingga pukul 06.42 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan yang signifikan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Mirza Sahri. Ia menyebutkan bahwa walaupun gempa berpusat di laut, getaran terasa cukup kuat hingga wilayah daratan.
“Meski gempa berada di laut 55 km tenggara, getaran terasa cukup kuat, namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan di wilayah Pesisir Barat,” ujar Mirza dari Krui, ibu kota kabupaten.
Pihak BPBD dan BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan maupun potensi dampak lanjutan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Untuk itu kepada masyarakat di daerah di Kabupaten Pesisir Barat diimbau agar tetap tenang,” lanjut Mirza.
Gempa bumi ini turut dirasakan di sejumlah wilayah sekitar seperti Kota Agung dan Ngaras. Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG serta laporan masyarakat, intensitas getaran tercatat pada skala II MMI. Pada skala ini, getaran biasanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama di lantai atas bangunan, dan benda-benda ringan yang tergantung akan tampak bergoyang.
Meski guncangan dirasakan, hingga berita ini diterbitkan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, korban jiwa, atau gangguan fasilitas umum di sekitar lokasi terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa struktur tanah dan bangunan di wilayah tersebut cukup tahan terhadap gempa dengan intensitas ringan hingga sedang.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun masyarakat pesisir tetap diimbau untuk mengenali dan memahami tanda-tanda alam yang bisa menjadi indikator dini apabila terjadi gempa yang lebih besar atau disertai potensi tsunami di masa mendatang.
Kejadian gempa seperti ini menjadi pengingat penting akan posisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), wilayah dengan aktivitas tektonik dan vulkanik yang tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan edukasi kebencanaan perlu terus ditingkatkan baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat umum.

