NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Gemini Hadirkan Personal Intelligence, Jawaban AI Lebih Personal

Gemini Perkuat Pengalaman Pengguna Lewat Personal Intelligence

Jakarta, NU  Media Jati Agung — Gemini menghadirkan fitur baru bernama Personal Intelligence yang memungkinkan chatbot kecerdasan buatan milik Google ini memberikan jawaban lebih personal kepada pengguna.

Melalui fitur tersebut, Gemini memanfaatkan data pengguna di ekosistem Google seperti Search, Photos, Gmail, dan YouTube untuk memahami konteks secara lebih mendalam.

Seiring pembaruan ini, Gemini tidak hanya mengambil data lintas aplikasi, tetapi juga menganalisisnya untuk menghasilkan respons proaktif.

Dengan demikian, chatbot ini mampu menghubungkan berbagai aktivitas pengguna, termasuk percakapan email dan riwayat tontonan video, dalam satu jawaban yang relevan.

Mampu Analisis Data Lintas Aplikasi

Sebelumnya, Gemini sudah bisa mengakses data dari layanan Google tertentu. Namun kini, AI satu ini memahami konteks pengguna tanpa harus menerima perintah spesifik terkait sumber data yang digunakan.

Google menilai kemampuan ini sebagai lompatan besar dalam interaksi AI karena Gemini dapat menyesuaikan respons berdasarkan kebiasaan dan aktivitas digital pengguna.

Penjelasan Google Soal Kekuatan Personal Intelligence

Google menjelaskan bahwa fitur ini memiliki dua kemampuan utama yang menjadi fondasi Personal Intelligence.

“Personal Intelligence memiliki dua kekuatan inti: penalaran lintas sumber yang kompleks dan mengambil detail spesifik dari, misalnya, email atau foto untuk menjawab pertanyaan,” tulis VP aplikasi Gemini, Google Labs, dan AI Studio Josh Woodward dalam postingan blog, seperti dikutip dari TechCrunch, Minggu (18/1/2026).

Melalui kemampuan tersebut, Gemini dapat menggabungkan berbagai informasi personal untuk memberikan jawaban yang lebih relevan dan kontekstual.

Contoh Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Josh Woodward memberikan contoh ketika dirinya mengantre di toko ban dan lupa ukuran ban mobil.

Dalam kondisi tersebut, AI ini tidak hanya menyebut ukuran ban, tetapi juga memberikan rekomendasi ban segala cuaca setelah menganalisis foto liburan keluarga yang tersimpan di Google Photos.

Selain itu, Google juga mencontohkan perintah seperti, “Berdasarkan struk belanja dan resi pengiriman barang di Gmail, riwayat Search, dan riwayat YouTube, rekomendasikan 5 channel YouTube yang sesuai dengan gaya memasak atau vibe meal prep saya.”

Terapkan Sistem Opt-in dan Perlindungan Data

Google menegaskan bahwa fitur Personal Intelligence bersifat opt-in. Artinya, pengguna Gemini harus mengaktifkan fitur ini secara manual.

Selain itu, pengguna juga dapat memilih aplikasi mana saja yang ingin mereka hubungkan ke Gemini.

Lebih lanjut, Google memastikan bahwa chatbot satu ini tidak membuat asumsi pada topik sensitif seperti kesehatan.

Namun demikian, pengguna tetap bisa membahas data kesehatan secara langsung jika mereka menginginkannya.

Google Tegaskan Data Tidak Dipakai untuk Melatih Gemini

Google juga menekankan bahwa data dari Gmail dan Photos tidak digunakan untuk melatih model Gemini. Dalam contoh ban mobil sebelumnya, Gemini hanya memakai foto sebagai referensi untuk menjawab pertanyaan, bukan sebagai bahan pelatihan AI.

Dengan pendekatan ini, Google berupaya menjaga privasi sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap chatbot tersebut.

Mulai Rilis di AS, Indonesia Menyusul

Saat ini, Google mulai menggulirkan fitur Personal Intelligence untuk pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat.

Selanjutnya, Google berencana memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak negara, termasuk bagi pengguna chatbot ini versi gratis. (ARIF)