NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Dinkes Bandar Lampung: Tiga Kelurahan Bebas DBD

Dinkes Bandar Lampung Catat Wilayah Bebas DBD

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Dinkes Bandar Lampung mencatat tiga kelurahan bebas DBD dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, capaian ini menunjukkan keberhasilan masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung terus memantau perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh wilayah kota. Oleh karena itu, instansi tersebut menjadikan wilayah bebas kasus sebagai contoh pengendalian penyakit.

Tiga Kelurahan Bebas DBD Jadi Percontohan

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung menyampaikan data terbaru terkait kondisi penyebaran DBD di wilayahnya. Selain itu, ia menjelaskan klasifikasi wilayah berdasarkan tingkat kasus.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap wilayah bebas kasus.

“Dari 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung baru tiga yang tercatat bebas DBD dalam tiga tahun terakhir,” kata Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Selasa.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah masih menghadapi risiko penyebaran DBD.

Kemudian, lanjut dia, sebanyak 68 kelurahan di Kota Bandar Lampung masuk kategori endemis DBD dan 55 kelurahan lainnya masuk dalam kategori sporadis.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pemerintah menjadikan wilayah bebas kasus sebagai fokus kajian lanjutan.

“Tiga kelurahan yang bebas kasus tersebut akan menjadi fokus pengamatan untuk melihat pola keberhasilan pencegahan yang dilakukan masyarakat,” kata dia.

Kasus DBD Masih Terkendali Tanpa Korban Jiwa

Dinkes Bandar Lampung mencatat perkembangan kasus DBD pada awal tahun 2026. Meskipun demikian, kondisi tersebut masih berada dalam batas aman.

Ia kemudian menjelaskan capaian penanganan kasus oleh tenaga kesehatan.

“Pada tahun ini tercatat 33 kasus DBD terjadi hingga awal Maret 2026, namun semuanya dapat ditangani dengan baik tanpa adanya korban jiwa atau kematian kepada penderita,” kata dia.

Gambar Artikel

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih relatif rendah dibandingkan rata-rata nasional.

“Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional dan tidak ditemukan kasus kematian,” kata dia.

Edukasi dan Peran Masyarakat Diperkuat

Dinkes Bandar Lampung terus mendorong langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus. Selain itu, instansi tersebut meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia menjelaskan pentingnya peran aktif warga dalam memutus rantai penyebaran DBD.

β€œKami terus mengedukasi masyarakat melalui kader jumantik, puskesmas, hingga tim promosi kesehatan agar aktif memantau jentik nyamuk di lingkungan rumah,” kata dia.

Selain itu, ia menambahkan bahwa penggunaan bahan pencegah menjadi langkah penting dalam pengendalian DBD.

Selain itu, lanjut dia, penggunaan Abate pada tempat penampungan air yang sulit dijangkau juga menjadi salah satu langkah untuk mencegah perkembangan nyamuk pembawa virus DBD.

Kemudian, ia berharap upaya pencegahan mampu menurunkan status wilayah berisiko.

β€œKalau pencegahan ini berjalan optimal, harapannya wilayah endemis bisa menjadi sporadis, dan yang sporadis bisa menjadi bebas kasus,” katanya. (Ahmad Royani, S.H.I.,)