Riwayat Hidup dan Perjuangan Ajengan KH Anwar Musaddad

KH Anwar Musaddad lahir 3 April tahun 1910 M. Sejak berusia 4 tahun, ia telah menjadi yatim. Ia bersama adik-adiknya dibesarkan oleh ibunya, Siti Marfu’ah, seorang wiraswasta pengusaha batik Garutan dan dodol Garut “Kuraesin”. Pada waktu usia sekolah, ia masuk HIS (setingkat SD) Kristen karena sebagai pribumi yang bukan anak pegawai negeri (ambtenar) dan bukan […]
Syekh Ahmad Khatib Sambas Mempertemukan Dua Tarekat

Ahmad Khatib Sambas dilahirkan di daerah Kampung Asam, Sambas, Kalimantan Barat. Tanggal lahirnya tidak diketahui, tapi sebagian sumber menyebutkan pada bulan shafar 1217 H bertepatan dengan tahun 1803 M. Ayahnya Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin. Masa kecil, Ahmad khatib Sambas diasuh pamannya yang terkenal sangat alim dan wara’ di wilayah tersebut. Ahmad […]
Kiai Asnawi Caringin, Ulama Pendekar dari Banten

Nama lengkapnya adalah KH Tubagus Muhammad Asnawi. Ia adalah seorang ulama karismatik dan pendekar yang lahir di kampung Caringin Banten pada tahun 1850 M. Ia dikenal sebagai ulama yang gigih menentang penjajahan Belanda. Ia mengorganisir para jawara Banten untuk menentang penjajahan. Asnawi lahir dari pasangan Abdurrahman dan Ratu Sabi’ah. Dari pihak ayah nasabnya bersambung ke […]
KH Oding Muhammad Abdul Qodir dan Lima Amalan Hidupnya

Kiai Haji Oding Muhammad Abdul Qodir atau yang biasa akrab disapa dengan Engkang atau Apa, merupakan sesepuh Pondok Pesantren Mabdaul ‘Uluum Mulyasari Tamansari Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia dilahirkan dari pasangan Ahmid dan Encum di Tasikmalaya pada tanggal 8 Agustus 1942. KH Oding menuntut ilmu agama di beberapa pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Al Ihsan, […]
Sa’ad bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi yang Mendakwahkan Islam di China

Sa’ad bin Abi Waqqash memiliki peran dan kontribusi yang besar dalam dakwah Islam. Bersama Rasulullah, dia hampir mengikuti semua peperangan untuk menegakkan Islam. Sa’ad bin Abi Waqqash juga adalah orang pertama yang melepaskan anak panah dalam peperangan membela Islam. Begitu pun menjadi orang pertama yang terkena anak panah. Sa’ad bin Abi Waqqash memeluk Islam ketika […]
Riwayat KH Muhammad Masthuro dan Wasiatnya

Ajengan KH Muhammad Masthuro adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Masthuriyyah, Babakan Tipar, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Ia lahir di Kampung Cikaroya, Tipar, Sukabumi pada tahun 1901. Masa kanak-kanak Masthuro belajar kepada ayahnya bernama Kamsol, seorang amil atau lebe yang bertugas mengurusi masalah keagamaan di desa. Kemudian ia berguru kepada kiai-kiai di Sukabumi diantaranya: H. Asy’ari (dari […]
Riwayat Singkat KH Abdullah Mubarok atau Abah Sepuh

KH Abdullah Mubarok berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia lebih dikenal sebagai Abah Sepuh, ajengan pendiri dan pemimpin pesantren Suryalaya, Pagerageung, Tasikmlaya. Selain itu, dia juga seorang mursyid Tarekat Qodiriyyah Naqsababandiyah (TQN) yang diangkat sebagai mursyid tahun 1908. Abah Sepuh lahir tahun 1836 di kampung Cicalung Kecamatan Tarikolot Kabupaten Sumedang. Sekarang, kampung tersebut masuk ke […]
Subchan ZE (1931-1973): Oposan Flamboyan Dua Rezim

Aktor politik, sipil dan militer, jelang transisi politik dari Orde Lama ke Orde Baru pasti mengingat nama Subchan ZE. Tokoh politik dari Nahdlatul Ulama yang sinarnya redup selepas kematian misterius akibat kecelakaan lalu lintas di Riyadh, Arab Saudi tahun 1973. Beberapa saat sebelum kematiannya, ia memberikan wawancara eksklusif koresponden AFP, Brian May, tentang jaringan bisnis […]
Teladan Mbah Dullah Salam: Dari Hubbul Ilmi hingga Keistiqamahan

KH Abdullah Zain Salam dikenal memiliki teladan-teladan yang mulia, mulai dari kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan, memiliki kebiasaan mengembara demi mencari ilmu pengetahuan, dan keteladanan lain. Jamal Makmur Asmani penulis buku “Keteladanan KH Abdullah Zain Salam”membebeberkan keteladanan tersebut di hadapan 250 peserta bedah buku di Masjid Al-Waq, kompleks Pesantren Yanbuul Quran Boarding School 1 Pati, […]
Gus Dur, Kiai Ali Manshur, dan Shalawat Badar

Hampir semua warga NU dan masyarakat Indonesia mengenal Shalawat Badar . Syair ini diawali dengan kata Shalatullah salamullah alaa thaha rasulillah. Shalatullah salamullah alaa yasin habibillah. Shalawat ini terdiri dari 24 bait dengan dua baris di setiap baitnya. Namun siapa sebenarnya pengarang Shalawat Badar yang saat ini sudah menjadi Mars NU? Shalawat Badar dikarang oleh […]

