Minahasa Tenggara, NU Media Jati Agung –Β Bullying Bocah Sulut menarik perhatian publik setelah seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, menangis karena teman sebayanya melakukan perundungan.
Anisa Azahra Munaimbala (9), yang akrab disapa Icha, mendapat ejekan dari teman-temannya karena kondisi ekonomi keluarganya. Teman-temannya mengejek ayah Icha sebagai orang miskin dan menyebut rumahnya jelek. Video tangisan Icha kemudian menyebar luas di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Jaga V, Desa Molompar II Utara, Kecamatan Tombatu Timur, pada Kamis (23/7/2026) sore. Saat itu, teman-teman Icha melontarkan ejekan hingga membuatnya menangis di dekat rumah.

Kronologi Perundungan Icha di Minahasa Tenggara
Ibu Icha, Feyti Kawulusan, mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar keributan anak-anak di depan rumah. Feyti langsung keluar rumah dan melihat putrinya menangis tersedu-sedu.
Feyti mengatakan ejekan teman-teman Icha membuat anaknya merasa sangat terpukul.

“Anak saya di-bully, rumahnya dibilang jelek dan ayahnya disebut orang miskin, itu yang membuat Icha paling sakit hati,” kata ibu Icha, Feyti Kawulusan.
Feyti menjelaskan bahwa dirinya berada di rumah ketika kejadian itu terjadi.

“Kejadiannya di dekat rumah kami, saat itu saya sedang berada di rumah,” bebernya.
Kemudian, Feyti menghampiri Icha dan menanyakan penyebab putrinya menangis.

“Saya datang dan bertanya ada apa, lalu anak saya bilang dia di-bully,” imbuh Feyti.
Feyti Ungkap Icha Sudah Dua Kali Mengalami Bullying
Feyti mengungkapkan bahwa teman-teman Icha sudah dua kali melakukan perundungan terhadap putrinya. Pada kejadian pertama, Feyti masih memilih bersabar. Namun, ia menilai tindakan kali ini sudah melewati batas.

“Ini sudah kedua kalinya anak saya di-bully, yang pertama saya masih bersabar, tapi kali ini sudah keterlaluan,” ungkapnya.
Feyti merekam video tangisan Icha ketika ia berusaha menenangkan dan memberikan nasihat kepada putrinya.
Ia berharap masyarakat tidak menjadikan kondisi ekonomi keluarga sebagai alasan untuk merendahkan seseorang.
“Kami juga manusia yang punya perasaan, meskipun miskin jangan dijadikan bahan bully-an,” tutur Feyti.
Kondisi Ekonomi Keluarga Icha Jadi Bahan Ejekan
Feyti bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai buruh dan bertani untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Icha sendiri masih menempuh pendidikan kelas IV di SD Negeri 1 Molompar.
Feyti mengakui keluarganya hidup dengan keterbatasan ekonomi. Namun, ia berharap masyarakat tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan ejekan kepada anak-anak.
Feyti mengingatkan bahwa tindakan bullying dapat memengaruhi kondisi mental anak.
“Kami memang miskin, semua orang di lingkungan ini tahu, tapi jangan sampai mem-bully anak saya. Bagaimana dengan mental anak saya,” harap Feyti.
Video Icha yang menyebar di media sosial membuat kasus Bullying Bocah Sulut mendapat perhatian masyarakat. Peristiwa ini juga mendorong kepedulian terhadap perlindungan anak dari tindakan perundungan.
(Ahmad Royani, S.H.I)

