Gubernur Lampung Tekankan Pentingnya Budaya Daerah
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Budaya Lampung menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga harus menanamkan kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah.
Gubernur Lampung menyampaikan hal tersebut di Bandarlampung, Senin (25/5/2026). Menurut dia, pemahaman budaya akan memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman dan teknologi digital.
Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan dukungan sektor pendidikan, ekonomi, industri, pariwisata, hingga infrastruktur yang berjalan seimbang dengan pelestarian budaya.
βBudaya ini penting sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung,β ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Pendidikan Harus Kenalkan Identitas Daerah
Rahmat Mirzani Djausal menilai pendidikan harus membentuk karakter anak melalui pengenalan budaya dan identitas daerah sejak dini. Karena itu, sekolah dan keluarga perlu bekerja sama menjaga nilai budaya Lampung.
Sebelum memberikan penegasan, ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai akademik dan prestasi sekolah semata.
βPendidikan bukan hanya soal belajar di sekolah, nilai rapor atau mengejar prestasi akademik saja. Pendidikan juga belajar tentang bagaimana anak-anak kita mengenal budaya, mencintai daerah, dan menjaga jati diri Lampung,β katanya.
Nilai Budaya Lampung Jaga Harmoni Sosial
Rahmat Mirzani Djausal mengatakan budaya Lampung selama ini berhasil menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman suku dan agama. Menurut dia, falsafah hidup masyarakat Lampung menjadi kekuatan sosial yang terus bertahan hingga saat ini.
Ia menyebut nilai Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat Lampung.
βBudaya merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Lampung. Falsafah hidup masyarakat Lampung, seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan menjadi kekuatan yang menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat,β ucap dia.

Selain itu, ia menilai keterbukaan masyarakat Lampung membuat hubungan antar-suku dan agama tetap harmonis, termasuk dalam mendukung program transmigrasi di daerah.
βSaat ini masyarakat asli Lampung hanya sekitar 13 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 9,5 juta jiwa. Namun, masyarakat yang tinggal dan mencintai Lampung merupakan bagian dari identitas Lampung itu sendiri. Nilai-nilai budaya inilah yang harus kita pertahankan hingga ratusan tahun ke depan,β tambahnya.
Keluarga dan Budaya Lampung Perkuat Karakter Anak
Rahmat Mirzani Djausal juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menanamkan budaya Lampung kepada anak-anak. Menurut dia, perkembangan media sosial dan teknologi memengaruhi perubahan karakter generasi muda.
Karena itu, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai budaya daerah di lingkungan rumah.
βAnak-anak hanya beberapa jam berada di sekolah. Selebihnya bersama keluarga. Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai budaya Lampung,β kata dia.
Budaya Lampung Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Selain memperkuat identitas daerah, budaya Lampung juga memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai kekayaan budaya daerah menjadi daya tarik wisata unggulan di Provinsi Lampung.
Rahmat Mirzani Djausal menyebut seruit, kain tapis, siger, dan tarian tradisional sebagai aset budaya yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia berharap gerakan pelestarian budaya terus berkembang hingga tingkat kecamatan agar bahasa, adat istiadat, dan kesenian Lampung tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (Ahmad Royani, S.H.I)

