NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Begal Ditembak Mati, Polisi Selidiki Jaringan Agus Raja Tega

Penyelidikan Jaringan Begal Berlanjut

Jawa Timur, NU Media Jati Agung– Begal bernama Agus Sulaiman Fadli yang dikenal sebagai raja tega tewas ditembak mati oleh tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Selanjutnya, polisi kini terus menyelidiki jaringan dan kelompok lain yang terafiliasi dengan pelaku.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan bahwa pihaknya mendalami keterlibatan Agus dengan jaringan kriminal lain.

Selain itu, polisi menilai Agus sebagai pelaku lama yang sudah beraksi sejak 2015.

Dalam setiap aksinya, Agus kerap melukai korban. Bahkan, ia juga beberapa kali melawan aparat kepolisian saat melakukan kejahatan.

Polisi Dalami Keterangan Rekan Pelaku

Untuk memperkuat penyelidikan, polisi menggali keterangan dari Hasan, rekan dekat Agus. Saat ini, aparat telah menangkap dan menahan Hasan di Polres Lumajang.

“Temannya yang sudah kita amankan di teman-teman Reskrim Lumajang atas nama Hasan. Jadi, dari dia (Agus Sulaiman) ini kita banyak dapat informasi terkait keberadaan dan teman-temannya siapa, yang bersangkutan (Agus) yang kita tindak tegas,” kata Jumhur, Senin (22/12/2025).

Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan rangkaian aksi pelaku.

Rekaman CCTV Jadi Bahan Penyelidikan

Di sisi lain, penyidik juga menelusuri rekaman kamera pengawas di sejumlah lokasi. Rekaman tersebut memperlihatkan aktivitas Agus saat melakukan aksinya.

“Iya betul, ada (rekaman cctv), ada rekaman (Agus saat beraksi),” tandas Jumhur.

Dengan bukti tersebut, polisi berharap dapat mengungkap jaringan kriminal yang selama ini beroperasi bersama Agus.

Kronologi Penangkapan dan Penembakan

Sebelumnya, tim Subdit III Jatanras Polda Jatim memburu Agus setelah ia membacok anggota polisi di Lumajang. Pria asal Ranuyoso, Lumajang, itu membacok Aiptu Susanto pada Kamis (11/12/2025).

Karena kejadian tersebut, polisi melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya menemukan tempat persembunyian Agus di Pasuruan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan bahwa polisi menembak mati Agus karena ia melakukan perlawanan saat proses penangkapan.

“Ini hasil pengembangan dari kejadian di wilayah Lumajang pada hari Kamis (11/12/2025) yang lalu. Jadi, yang jadi korban itu anggota Reskrim Lumajang yang mengakibatkan korban (Aiptu Susanto) kena sabetan senjata tajam. Malamnya, kita sudah lakukan pemantauan dan pelaku berhasil melarikan diri,” kata Jumhur dikutip dari detiknews, Senin (15/12/2025). (ARIF)