Bank Sampah Jaya Tiyuh Mekar Sari Jaya kembali menggelar kegiatan rutin pengambilan sekaligus penimbangan sampah di wilayah Suku 1. Acara pagi ini melibatkan Kepala Suku 1, Tim Bank Sampah, Ibu Kepalo Tiyuh Mekar Sari Jaya, serta masyarakat setempat.
Warga Antusias Kumpulkan Sampah Terpilah
TULANG BAWANG BARAT, NU MEDIA JATI AGUNG, – Sejak pagi, warga dengan antusias menyiapkan sampah terpilah dari rumah masing-masing. Mereka membawa plastik, kertas, hingga logam ke titik kumpul. Tim Bank Sampah kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk mencatat sekaligus menimbang seluruh sampah.
Proses penimbangan berjalan lancar. Tim memastikan setiap jenis sampah tercatat sesuai jumlah dan kategori. Setelah itu, sampah yang sudah ditimbang masuk ke dalam sistem tabungan warga. Melalui cara ini, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh nilai ekonomis dari sampah yang mereka kelola.
Sampah Jadi Tabungan Bernilai
Warga menilai program ini membawa banyak manfaat. Mereka merasakan langsung dampaknya bagi kebersihan dan ekonomi keluarga. Hasil tabungan sampah bisa mereka manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari atau ditukarkan menjadi saldo simpanan.
Dengan sistem tersebut, Bank Sampah Jaya berhasil menghadirkan konsep ekonomi sirkular di tengah masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi sumber tabungan. Program ini sekaligus menumbuhkan kesadaran baru bahwa sampah dapat memberikan manfaat nyata.
Apresiasi dari Kepalo Tiyuh Mekar Sari Jaya
Ibu Kepalo Tiyuh Mekar Sari Jaya mengapresiasi semangat warga dan konsistensi tim Bank Sampah Jaya.
“Kami sangat mendukung dan bangga atas partisipasi masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Melalui Bank Sampah Jaya ini, bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekonomi sirkular di masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah tiyuh terhadap gerakan pengelolaan sampah mandiri. Ia berharap program ini berkembang ke wilayah lain sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Komitmen Tim Bank Sampah Jaya
Tim Bank Sampah Jaya menegaskan komitmennya untuk menjalankan program secara berkelanjutan. Tim terus mengajak masyarakat agar konsisten memilah dan menabung sampah. Mereka percaya, semakin banyak warga yang berpartisipasi, semakin besar pula dampak positif bagi lingkungan maupun ekonomi keluarga.

“Hayooo, sudah nabung di Bank Sampah Jaya belum? Kalau belum, yuk mulai pilah sampah dari rumah dan jadikan bernilai rupiah,” ajak Tim Bank Sampah Jaya.
Edukasi Lingkungan Melalui Bank Sampah
Selain aspek ekonomi, Bank Sampah Jaya juga menjalankan fungsi edukasi lingkungan. Warga belajar memilah sampah sejak dari rumah. Mereka juga memahami bahwa sampah yang terkumpul memiliki nilai bila dikelola dengan benar.
Proses ini melahirkan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Anak-anak yang menyaksikan kegiatan tersebut ikut memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dengan demikian, Bank Sampah Jaya berperan dalam mencetak generasi yang peduli lingkungan.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kegiatan di Suku 1 membuktikan bahwa kesadaran masyarakat meningkat. Warga tidak hanya membuang sampah sembarangan, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber manfaat. Mereka merasa lebih ringan ketika sampah rumah tangga tertangani dengan baik.
Selain itu, program ini mempererat hubungan antarwarga. Mereka saling berinteraksi saat membawa sampah ke titik kumpul. Suasana gotong royong tercipta setiap kali penimbangan berlangsung.
Kegiatan rutin Bank Sampah Jaya Tiyuh Mekar Sari Jaya di Suku 1 membuktikan bahwa pengelolaan sampah mandiri bisa berjalan efektif. Masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi melalui sistem tabungan sampah.
Dengan dukungan pemerintah tiyuh serta partisipasi warga, Bank Sampah Jaya berkomitmen terus melanjutkan program ini. Harapannya, program dapat berkembang ke wilayah lain sehingga manfaat ekonomi sirkular semakin meluas.

