Lampung Selatan, NU Media Jati Agung β Banjir Lampung Selatan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyalurkan bantuan pangan dan sembako kepada 1.175 kepala keluarga (KK). Banjir bandang sebelumnya melanda empat kecamatan di wilayah tersebut.
Pemkab Lampung Selatan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pemerintah memprioritaskan distribusi bantuan di wilayah yang terdampak paling besar.
Pemerintah menyalurkan bantuan di empat kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.
Penyaluran Bantuan Korban Banjir Lampung Selatan
Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto menjelaskan data penerima bantuan. Ia menyampaikan data tersebut berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan.
Data Penerima Bantuan di Empat Kecamatan
Supriyanto memaparkan rincian jumlah keluarga yang menerima bantuan di wilayah terdampak banjir.
βBerdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan, jumlah penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Jati Agung dengan 865 KK, disusul Kecamatan Natar 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari 50 KK,β kata Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, di Kalianda Minggu.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan berbagai kebutuhan pokok kepada masyarakat. Bantuan tersebut membantu warga selama masa pemulihan pascabanjir.
βSelain beras 10 kilogram dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), masyarakat juga menerima berbagai bantuan kebutuhan pokok lainnya seperti telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, sandang dewasa hingga paket peralatan dapur,β kata dia.
Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan
Pemkab Lampung Selatan juga melibatkan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bencana banjir. Pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sepuluh Perusahaan Ikut Berkontribusi
Sebanyak 10 perusahaan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Perusahaan itu antara lain Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Supriyanto kemudian menegaskan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam penanganan bencana.
βPenanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dunia usaha melalui CSR ini menjadi bukti bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak,β ujarnya.
Pemkab Siapkan Penanganan Jangka Panjang
Pemkab Lampung Selatan juga menyiapkan langkah penanganan jangka panjang. Pemerintah ingin mengatasi penyebab banjir di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait. Koordinasi tersebut bertujuan menelusuri penyebab banjir. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil solusi yang lebih efektif.
Selain itu, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan instansi terkait juga turun langsung ke lapangan. Tim tersebut memantau kondisi wilayah terdampak. Mereka juga melakukan penanganan teknis di lokasi banjir.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat terdampak banjir Lampung Selatan segera bangkit. Pemerintah juga berharap aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
(Ahmad Royani, S.H.I.,)


