Banjir bandang Pesisir Barat Lampung merendam ratusan rumah warga. BPBD evakuasi korban, hujan ekstrem sebabkan sungai meluap hingga menimbulkan kerugian besar.
Banjir Bandang Pesisir Barat Lampung
PESISIR BARAT, NU MEDIA JATI AGUNG, – Banjir bandang Pesisir Barat Lampung merendam ratusan rumah warga pada Minggu, 8 September 2025. Peristiwa ini dipicu curah hujan ekstrem.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak sore hingga malam. Sungai Way Biha meluap dan menyeret material lumpur.
Kronologi Banjir Bandang
Berdasarkan laporan BPBD, banjir bandang bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan deras turun tanpa henti selama lebih dari tiga jam.
Air sungai yang meluap dengan cepat menerjang permukiman warga di Kecamatan Biha dan Pesisir Selatan. Ratusan rumah terendam hingga ketinggian 1,5 meter.
Selain merendam rumah, banjir juga merusak fasilitas umum. Beberapa jalan desa tidak bisa dilalui kendaraan akibat tertutup lumpur dan material kayu.
Evakuasi Warga
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan segera melakukan evakuasi. Sejumlah warga, terutama anak-anak dan lansia, dievakuasi ke posko darurat.
Seorang warga, Yudi (38), mengaku kaget ketika air tiba-tiba masuk rumahnya.
“Kami tidak sempat menyelamatkan barang. Air naik begitu cepat, hanya bawa anak-anak keluar,” katanya.
Dampak dan Korban Banjir Bandang
BPBD Lampung melaporkan lebih dari 350 rumah terdampak banjir bandang. Sebagian besar warga kehilangan perabotan rumah tangga karena hanyut.
Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun beberapa warga mengalami luka ringan akibat terseret arus.
Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Ratusan hektare sawah di sekitar aliran sungai juga ikut terendam.
Kondisi Fasilitas Umum
- 2 jembatan desa rusak parah akibat diterjang arus.
- Listrik di beberapa wilayah sempat padam selama 5 jam.
- Sekolah dasar di Desa Biha terendam hingga 70 cm.
Tanggapan Pemerintah dan BPBD
Kepala BPBD Lampung Selatan, Joko Purnomo, menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir.
“Debit air meningkat cepat karena hujan ekstrem. Kami sudah menyiapkan bantuan logistik dan posko kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal, meninjau langsung lokasi banjir. Ia meminta warga tetap waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi.
Menurut data BMKG, wilayah Lampung memang sedang berada dalam puncak musim hujan. Fenomena La Nina turut memperkuat intensitas curah hujan.
Analisis Penyebab dan Potensi Bencana Susulan
BMKG menjelaskan banjir bandang terjadi akibat kombinasi hujan ekstrem dan alih fungsi lahan. Banyak daerah resapan di Pesisir Barat berubah menjadi permukiman.
Selain itu, kondisi hutan di hulu sungai mengalami degradasi. Berkurangnya tutupan pohon mempercepat aliran air hujan ke sungai.
Di sisi lain, infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul dan drainase masih minim. Hal ini membuat air meluap lebih cepat ketika curah hujan tinggi.
Perbandingan dengan Kasus Banjir Sebelumnya
- Tahun 2021, banjir bandang serupa merendam 200 rumah di Kecamatan Krui.
- Tahun 2023, hujan deras menyebabkan longsor di Pesisir Selatan hingga menutup jalur lintas barat.
Peristiwa kali ini lebih besar karena melibatkan wilayah terdampak lebih luas dan kerugian lebih besar.
Upaya Pemulihan dan Bantuan Sosial
Pemerintah daerah bersama BNPB menyalurkan bantuan darurat berupa beras, mie instan, selimut, dan obat-obatan.
Dapur umum didirikan di halaman kantor kecamatan. Relawan medis juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak.
Selain itu, tim teknis dari Dinas PU melakukan perbaikan darurat pada jembatan rusak agar akses transportasi segera pulih.
Imbauan dan Kesiapsiagaan
BMKG Lampung mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Potensi hujan deras masih tinggi hingga akhir September.
Masyarakat diminta tidak tinggal terlalu dekat dengan bantaran sungai dan segera mengungsi bila hujan deras turun lama.
BPBD juga membuka layanan darurat 24 jam bagi warga yang membutuhkan evakuasi mendesak.
Banjir bandang Pesisir Barat Lampung menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Dengan mitigasi yang lebih baik, dampak banjir di masa depan bisa ditekan. Bagikan artikel ini agar semakin banyak warga yang waspada.

