NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Gus Topik Rayakan Hari Santri 2025 di Tulang Bawang Barat

Tulang Bawang Barat, NU Media Jati Agung– Gus Topik menegaskan bahwa menjadi santri bukan sekadar masa lalu, melainkan identitas yang membentuk kepribadian dan arah pengabdiannya.

Pada peringatan Hari Santri 2025, Muhammad Taufik Hidayat, sapaan akrabnya, hadir sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat dan putra dari DR. (HC) KH Abdullah Bahrudin, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni (MHM Dayamurni).

Pesan Gus Topik tentang Santri

“Saya bangga menjadi santri. Dari pesantren, saya belajar arti disiplin, keikhlasan, dan tanggung jawab. Santri bukan hanya harus pandai mengaji, tapi juga harus siap mengabdi untuk negeri,” ujar Gustop saat menghadiri kegiatan di Tulang Bawang Barat, Rabu (23/10/2025).

Foto Wawan Hidayat: HSN ke 10 Tulang Bawang Barat, Rabu (22/10/2025).

Lebih jauh, Gustop menekankan peran santri masa kini sebagai motor penggerak pembangunan bangsa. Dengan bekal ilmu agama dan wawasan kebangsaan, santri dapat berkontribusi di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, maupun politik.

Peran Santri di Berbagai Lini Kehidupan

“Hari ini, santri tidak hanya berada di pesantren. Mereka ada di semua lini kehidupan — dari desa sampai parlemen, dari masjid sampai ruang-ruang publik. Saya berharap santri terus memberdayakan diri dan menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini,” tambah Gustop.

Komitmen Gus Topik sebagai Wakil Rakyat

Sebagai wakil rakyat yang tumbuh di lingkungan pesantren, Gustop menegaskan bahwa setiap langkahnya di lembaga legislatif selalu membawa nilai-nilai santri.

“Saya ini santri yang diberi amanah duduk di kursi dewan. Maka tugas saya bukan hanya memperjuangkan aspirasi rakyat, tapi juga menjaga marwah santri sebagai penjaga moral bangsa,” tegasnya.

Profil Singkat Gus Topik

Sementara itu, Muhammad Taufik Hidayat lahir dan besar di lingkungan pesantren MHM Dayamurni, Tulang Bawang Barat. Putra DR. (HC) KH Abdullah Bahrudin ini menempuh pendidikan pesantren di Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Foto Wawan Hidayat:  Gus Topik hadiri HSN 2025 Tubaba.

Pendidikan ini menanamkan kesederhanaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial yang kini ia bawa dalam kiprahnya sebagai anggota DPRD Tulang Bawang Barat.

Pesan untuk Santri Muda

Menutup pesannya pada Hari Santri 2025, Gus Topik mendorong generasi santri muda untuk percaya diri, terus belajar, beradaptasi, dan berkarya sambil tetap menjaga adab dan akhlak.

“Santri harus percaya diri, terus belajar, beradaptasi, dan berkarya. Jangan takut bersaing, tapi tetaplah berpegang pada adab dan akhlak. Karena itulah mahkota sejati seorang santri,” ucapnya penuh semangat.

Semangat Hubbul Wathan Minal Iman

Lebih lanjut, Hari Santri 2025 menjadi momentum meneguhkan kembali nilai hubbul wathan minal iman — cinta tanah air bagian dari iman.

Dari pesantren seperti MHM Dayamurni, nilai-nilai ini terus mengalir, melahirkan generasi seperti Gus Topik, santri yang kini mengabdi di parlemen dan menebar manfaat bagi masyarakat serta negeri tercinta. (Wawan Hidayat)