Enas Mabarti, Tokoh NU yang Mencintai Sunda

Enas Mabarti dikenal sebagai staf pengajar perguruan tinggi swasta di Kabupaten Garut, politisi serta penulis di beberapa penerbitan. Pers bahkan kerap memposisikan dirinya sebagai kolumnis, karena cukup produktif memaparkan analisanya termasuk dikenal sebagai wartawan hutan karena kerap menulis di majalah Kehutanan. Semasa kuliah di jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gajad Mada […]
KH Abubakar Yusuf, Tokoh NU dan Santri Hadratussyekh dari Karawang

Meski penulisan sejarah tentang NU dan tokoh-tokohnya terus dilakukan, tapi masih tetap saja masih kurang, dan tentu saja masih banyak peristiwa yang tercecer dan tokoh yang belum mendapatkan tempatnya dalam sejarah. Dua tahun lalu misalnya, ketika Kiai Syamβun ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah, warga NU sebagian besar tidak mengetahui latar belakang dan perannya. Padahal […]
Tasyakuran HUT Tiyuh Tunas Jaya ke-43 Digelar Penuh Khidmat

Tiyuh Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, menggelar tasyakuran untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 pada Selasa, 30 September 2025. Acara yang berlangsung di Balai Tiyuh Tunas Jaya itu berjalan penuh khidmat, kebersamaan, dan rasa syukur. Kebersamaan Warnai Peringatan HUT TULANG BAWANG BARAT, NU MEDIA JATI AGUNG, – Acara tasyakuran HUT Tiyuh Tunas Jaya ke-43 […]
KH Abdullah bin Nuh, Kiai Cianjur yang Produktif Menulis

KH Abdullah bin Nuh lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada tanggal 30 Juni 1905. Ia adalah seorang kiai kharismatik, pendiri Pesantren al-Ghozali Bogor, Jawa Barat. Ayahnya bernama Raden H Mohammad Nuh bin Idris dan ibunya Nyi Raden Aisyah bin Raden Sumintapura. Kakek dari pihak ibu adalah seorang wedana di Tasikmalaya. Silsilah keturunan KH Abdullah bin […]
KH Abdul Latif Cibeber, Tokoh NU Dari Banten

KH Abdul Latif Sampai muktamar ketiga di Surabaya, tahun 1928, hanya beberapa kiai dari Jawa Barat dan Banten yang hadir. Di antaranya KH Abdurrahman Menes, Banten, KH Muhyi Bogor, KH Abdullah Cirebon, dan KH Abdul Halim Leuwimunding, Majalengka. Namun, kiai yang disebut terakhir itu memang waktu itu beraktivitas di Surabaya sebagaimana KH Idris Kamali asal […]
Kiai Ahmad Dimyati, Mengabdi dalam Sepi

Di Dusun Wonoayu Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, ada seorang kiai sepuh. Kiai ini berasal dari daerah Kanigoro Blitar yang kemudian mukim di Malang. Namanya Kiai Ahmad Dimyati. Bagi penulis, ia adalah sosok yang mengesankan setelah berkunjung kepadanya beberapa kali. Sebagaimana budaya masyarakat Islam masa dulu, Kiai Ahmad Dimyati dalam perjalanan hidupnya pernah belajar […]
Ajengan Garuda, Ulama NU Sunda Kelahiran Makkah

KH Raden Ahmad Djawari lebih dikenal dengan julukan Ajengan Garuda atau Mama Garuda. Ia merupakan salah seorang ulama Sunda yang berdakwah mengibarkan bendera Ahlussunah wal Jamaah di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut dan Bandung. Disebut Ajengan Garuda karena ia mendirikan dan mengelola Pesantren Annajah di Jalan Garuda, Bandung. Kiai Djawari lahir di Makkah Al-Mukarromah […]
KH Muhammad Ilyas Ruhiat, Rais Aam Mendampingi Gus Dur Periode Ketiga

KH Ilyas Ruhiat dilahirkan hari Ahad, 12 Rabiul Awwal 1352 H atau 31 Januari 1934. Konon namanya sebagai tafaβul terhadap tokoh muda pesantren yang tengah naik daun saat itu, KH Muhammad Ilyas, salah seorang tokoh NU yang pernah menjabat Menteri Agama dalam tiga periode. Sejak kecil, Ilyas dididk orang tuanya sendiri, Ajengan Ruhiat, perintis pesantren […]
KH Shoheh Bunikasih, Ulama Sunda Murid Syekh Al-Azhar Ibrahim Al-Baijuri

Di Desa Bunikasih (Warungkondang), Cianjur, Jawa Barat, ternyata terdapat makam seorang ulama besar Sunda yang hidup di abad ke-19 M, yaitu KH Shoheh bin KH Nuruddin. KH Shoheh tercatat wafat pada 24 Rajab tahun 1302 Hijri (bertepatan dengan 10 Mei 1885 Masehi). Saya dan rombongan kawan-kawan Pascasarjana UNUSIA Jakarta berkesempatan menziarahi makam KH Shoheh ini […]
Rp60 Miliar APBD untuk Kejati, Warga Kritik Pemkot

Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan Rp60 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Kebijakan ini menimbulkan kritik masyarakat karena dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak warga kota. Wali Kota Eva Dwiana sebelumnya juga menggunakan dana daerah untuk lembaga vertikal. Pemkot pernah mengucurkan Rp50 miliar untuk fasilitas […]

