Angin Puting Beliung Terjang Perumahan di Kalianda
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Angin puting beliung merusak lima rumah warga di Perumahan Indah Lestari Lubuk, Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa sore. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan deras disertai angin kencang lebih dulu melanda wilayah tersebut.
Akibat kejadian itu, sejumlah atap rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem tersebut mendorong petugas terkait segera turun ke lokasi untuk menangani dampak bencana.
Damkarmat Lampung Selatan Jelaskan Kronologi Kejadian
Seiring dengan kejadian tersebut, Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menyampaikan penjelasan kepada awak media mengenai kronologi bencana angin puting beliung di wilayah Kalianda.
“Iya, bencana angin puting beliung itu terjadi pada Selasa sore tadi yang mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan,” kata Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah di Kalianda, Selasa.
Damkarmat dan BPBD Bergerak Cepat ke Lokasi
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Damkarmat Lampung Selatan bersama BPBD Kabupaten Lampung Selatan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Pada saat yang sama, petugas memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.
Selanjutnya, tim gabungan melakukan pengecekan di sejumlah rumah warga terdampak. Dengan langkah tersebut, petugas berupaya mencegah risiko lanjutan yang dapat membahayakan warga.
“Tim bersama BPBD langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban jiwa serta membantu warga membersihkan rumah dari runtuhan atap rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung,” ucap Rully Fikriansyah.
Petugas Terus Bantu Warga Terdampak
Rully Fikriansyah menyampaikan bahwa hingga saat ini petugas masih terus membantu warga terdampak. Tim fokus membersihkan puing-puing dan membantu perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi kembali. (Ahmad Royani, S.H.I)

