Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Ziarah Makam Jelang Muktamar, Perkuat Khidmat NU di 2026

Ziarah Makam Jelang Muktamar

JOMBANG, MEDIA NU JATI AGUNG β€” Ahmad Mubarok, Komisaris Media NU Jati Agung Lampung, bersama Pimred Tipikal.id melakukan ziarah makam.

Kegiatan berlangsung menjelang Muktamar NU pada 27 Agustus 2026. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama dan pendiri NU.

Mereka mengunjungi makam sejumlah tokoh penting NU. Di antaranya KH Abdul Wahab Chasbullah, KH M. Hasyim Asy’ari, Mbah KH Usman, Mbah Nyai Layyinah, dan Mbah Nyai Fatimah.

  • Mengenang Perjuangan Ulama

Melalui ziarah makam, Ahmad Mubarok dan Pimred Tipikal.id mengenang perjuangan para ulama NU.

Para ulama tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan NU. Mereka juga meninggalkan nilai perjuangan bagi generasi berikutnya.

Selain mengenang sejarah, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneladani semangat para ulama. Termasuk keikhlasan dan pengabdian mereka kepada masyarakat.

  • Ziarah Sebelum Muktamar NU

Ziarah berlangsung sebelum Muktamar NU pada 27 Agustus 2026.

Momentum ini menjadi ruang untuk kembali mengingat sejarah NU. Selain itu, kegiatan ini memperkuat semangat menghormati para pendahulu.

Ahmad Mubarok bersama Pimred Tipikal.id juga menjaga silaturahmi melalui kegiatan tersebut.

  • Menghormati dan Meneladani Ulama

Ziarah makam menjadi bagian dari tradisi untuk menghormati ulama. Kegiatan ini juga membantu generasi muda mengenal sejarah NU.

 

Karena itu, ziarah tidak hanya menjadi kegiatan menjelang Muktamar. Kegiatan ini juga menjadi pengingat atas perjuangan para pendiri NU.

Nilai perjuangan tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi penerus. Terutama dalam menjaga pengabdian kepada masyarakat.

  • Menyambut Muktamar dengan Khidmat

Menjelang Muktamar, ziarah makam menjadi momentum refleksi. Ahmad Mubarok dan Pimred Tipikal.id mengenang jasa para ulama.

Mereka juga mengambil pelajaran dari perjuangan para pendahulu NU.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada ulama. Sekaligus menjadi upaya menjaga silaturahmi dan nilai-nilai ke-NU-an.