Skip to main content

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Wisata Ramah Muslim Depok Hadirkan Museum Peradaban Islam Baru

Wisata Ramah Muslim Depok Perkuat Kawasan Masjid At-Thohir

DEPOK, NU Media Jati Agung– Wisata Ramah Muslim Depok terus berkembang melalui pengembangan kawasan Masjid Jami’ At-Thohir di Kecamatan Tapos sebagai destinasi wisata religi unggulan di Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Depok mendukung pembangunan Museum Peradaban Islam untuk memperkuat edukasi sejarah Islam sekaligus meningkatkan daya tarik wisata ramah Muslim.

Rencana tersebut muncul dalam peluncuran Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) pada Kamis (9/7/2026).

Advertisement
Advertisement

Museum Peradaban Islam Lengkapi Kawasan Masjid At-Thohir

Museum Peradaban Islam akan menyajikan perjalanan sejarah Islam mulai dari Timur Tengah hingga Indonesia. Karena itu, museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyambut baik rencana tersebut. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk berkolaborasi mengembangkan kawasan Masjid Jami’ At-Thohir.

Advertisement
Advertisement

“Insyaallah tadi sudah disampaikan oleh Dewan Penasihat Yayasan At-Thohir bahwa akan dikembangkan Museum Peradaban Islam, baik dari Timur Tengah, dunia, maupun Peradaban Islam di Indonesia,” ujar Erwan, Kamis (9/7/2026).

Selain itu, Erwan berharap museum tersebut mampu memperluas wawasan masyarakat mengenai perkembangan peradaban Islam dari masa ke masa.

Advertisement
Advertisement

Fungsi Masjid Tetap Menjadi Prioritas

Meski kawasan Masjid Jami’ At-Thohir berkembang menjadi destinasi wisata religi, pemerintah tetap menempatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sebagai prioritas utama.

Oleh sebab itu, seluruh pengembangan kawasan akan tetap menjaga nilai-nilai religius sekaligus menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.

Advertisement
Advertisement

Konsep Wisata Ramah Muslim Utamakan Pelayanan

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menjelaskan bahwa konsep Muslim Friendly Tourism tidak bertujuan membatasi aktivitas wisata. Sebaliknya, konsep tersebut menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, mudah, dan berkualitas bagi seluruh wisatawan.

“Pariwisata Ramah Muslim bukan berarti membatasi wisata, melainkan menghadirkan pelayanan yang memberikan rasa aman, nyaman, mudah, dan berkualitas bagi wisatawan, khususnya wisatawan muslim, melalui penyediaan fasilitas ibadah, jaminan produk halal, kebersihan, keramahan, hingga pelayanan yang sesuai dengan nilai-nilai universal,” jelas Chandra.

Advertisement
Advertisement

Sinergi Perkuat Pariwisata Depok

Menurut Chandra, Masjid Jami’ At-Thohir telah menjadi simbol keberhasilan dalam memadukan nilai religius dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang berdaya saing kelas dunia,” tuturnya.

Selain membangun fasilitas baru, Pemerintah Kota Depok juga mengembangkan tata kelola pariwisata berbasis Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN). Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap setiap program pengembangan destinasi wisata berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Wisata Ramah Muslim Jadi Daya Tarik Baru Depok

Pengembangan kawasan Masjid Jami’ At-Thohir bersama pembangunan Museum Peradaban Islam menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat Wisata Ramah Muslim Depok.

Melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan, kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi destinasi wisata religi unggulan sekaligus memperkuat posisi Depok sebagai kota yang ramah bagi wisatawan Muslim. (Erwin Indra Saputra)