Utang Indonesia ke Amerika Turun Tajam
Jakarta, NU Media Jati Agung– Utang Indonesia ke Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan tajam dalam jangka panjang. Data terbaru Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Februari 2026 dari Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri Indonesia hingga kuartal IV-2025, bertepatan dengan kunjungan kerja
Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menjalankan agenda penandatanganan kesepakatan tarif dagang resiprokal bersama Presiden AS Donald Trump.
Oleh karena itu, data utang luar negeri menjadi indikator penting dalam melihat keterkaitan pembiayaan Indonesia dengan Amerika Serikat.
Data Terbaru Bank Indonesia
Bank Indonesia merilis posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 sebesar US$431,7 miliar.
Angka tersebut naik tipis dari triwulan III 2025 yang tercatat US$427,6 miliar. Kenaikan ini terutama berasal dari sektor publik.
Selain itu, BI mencatat posisi ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 sebesar US$214,3 miliar. Sebelumnya, pada triwulan III 2025, angka tersebut berada di level US$210,1 miliar.
BI menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi masuknya modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring kepercayaan investor yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Tren Penurunan Utang ke Amerika
Namun demikian, jika melihat secara spesifik, utang pemerintah Indonesia yang berasal dari Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan dalam jangka panjang.
Pada 2013, nilai utang tersebut masih mencapai US$1,63 triliun.

Selanjutnya, angka itu terus menurun secara bertahap hingga pada 2021 tersisa US$555 miliar.
Meski demikian, pada 2022 utang sempat meningkat menjadi US$916 miliar. Akan tetapi, pada 2023 jumlahnya kembali turun tajam menjadi US$260 miliar.
Sementara itu, pada 2025 nilai utang pemerintah Indonesia yang berasal dari Amerika Serikat tercatat sebesar US$350 miliar.
Jika dibandingkan dengan posisi pada 2013, maka nilai utang dari Amerika Serikat telah turun sekitar 79 persen.
Indikator Hubungan Ekonomi RI-AS
Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat telah berlangsung selama puluhan tahun. Pemerintah mewujudkan hubungan tersebut dalam berbagai bentuk kerja sama, termasuk pembiayaan melalui utang.
Karena itu, data utang luar negeri menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur dinamika hubungan ekonomi kedua negara, terutama di tengah pembahasan akses pasar dan kerja sama ekonomi bilateral. (ARIF)

