Menyatukan Prestasi, Potensi, dan Akhlak dalam Pendidikan
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Prestasi sebuah madrasah tidak selalu hanya diukur dari capaian akademik. Di dalamnya ada proses membangun keberanian, kedisiplinan, keterampilan, hingga karakter peserta didik.
Hal itulah yang terus dikembangkan Umi Mahmudah, S.Pd.I., S.E., M.Pd., selama dipercaya memimpin MTsS Nurul Islam (Nuris), Desa Sumber Jaya Kecamatan Jati Agung, sejak tahun 2019.
Di bawah kepemimpinannya, MTsS Nurul Islam berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui dua jalur yang berjalan beriringan, yakni prestasi akademik dan nonakademik, dengan tetap memberikan perhatian pada pembentukan akhlak.
“Selama saya menjabat, Alhamdulillah banyak perkembangan,” ujar Umi Mahmudah kepada NU Media Jati Agung, Rabu, (9/9/2026).
Perkembangan tersebut salah satunya tercermin dari prestasi yang berhasil diraih peserta didik.
Di bidang akademik misalnya, MTsS Nurul Islam berhasil meraih Juara III Olimpiade tingkat Kabupaten Lampung Selatan.
Sementara di bidang nonakademik, capaian juga datang dari berbagai perlombaan tingkat kecamatan.
Peserta didik berhasil meraih Juara I, II dan III lomba pramuka, Juara I, II dan III lomba senam pramuka, serta Juara I, II dan III lomba futsal perempuan dan futsal putra.
Bagi Umi, pengembangan peserta didik tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas.
Karena itu, madrasah juga menyediakan berbagai ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan dan bakat yang mereka miliki.
Tahfidz dan Ekstrakurikuler
Salah satu program unggulan yang dikembangkan MTsS Nurul Islam adalah Tahfidz.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
Pengembangan potensi siswa juga dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Futsal putra dan putri, pramuka putra dan putri, drumband, serta bola voli menjadi sejumlah kegiatan yang dikembangkan madrasah.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, siswa memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik sekaligus belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama dan tanggung jawab.
Guru Didorong Terus Meningkatkan Kompetensi
Perhatian terhadap kualitas pendidikan juga diarahkan kepada tenaga pendidik.
Umi mengatakan, pihak madrasah juga melakukan pelatihan bagi guru serta mendorong mereka mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh instansi terkait, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Mengadakan pelatihan bagi guru dan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh instansi Kemenag dan Kemendikdasmen,” jelasnya.
Namun, dalam perjalanan meningkatkan kualitas pendidikan, madrasah masih menghadapi sejumlah kendala.
Salah satunya adalah masih terdapat beberapa guru yang belum linier dengan bidang yang diampunya.
“Masih ada beberapa guru yang tidak linier di bidangnya,” ungkap Umi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang masih harus dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MTsS Nurul Islam.
Bukan Sekadar Berprestasi
Ke depan, Umi memiliki target agar MTsS Nurul Islam mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Namun, kualitas tersebut menurutnya tidak berhenti pada kemampuan dan prestasi.
Ada nilai lain yang ingin terus dibangun, yakni akhlak karimah.
“Menjadikan peserta didik yang berkualitas baik di bidang akademik maupun nonakademik serta mempunyai akhlak karimah,” tegasnya.
Target tersebut menjadi arah pengembangan MTsS Nurul Islam pada masa mendatang.
Prestasi menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan, tetapi pembentukan karakter tetap menjadi fondasi.
Harapan Umi pun sederhana: MTsS Nurul Islam dapat terus berkembang menjadi madrasah yang lebih baik dan berkualitas.
“Harapan saya selaku Kepala Madrasah MTsS Nurul Islam di masa yang akan datang adalah bisa berkembang lebih baik dan berkualitas,” pungkasnya.
Perjalanan Panjang di Dunia Pendidikan
Kiprah Umi Mahmudah di MTsS Nurul Islam tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjangnya di dunia pendidikan.
Umi Mahmudah lahir di Sumatera pada 6 Juni 1973. Ia menempuh pendidikan dasar di MI As-Syafi’iyah Blitar, Jawa Timur, kemudian melanjutkan pendidikan di MTs Nurul Falah dan MA Nurul Islam, Jati Agung, Lampung Selatan.
Pendidikan tinggi ditempuh di UM Metro. Ia juga pernah menempuh pendidikan Pondok Al Isma’il Liyun, Sukadamai, Natar, Lampung Selatan, serta melanjutkan pendidikan S2 di UIN Raden Intan Lampung.
Selain menjadi Kepala Madrasah Nurul Islam sejak 2019 hingga sekarang, Umi Mahmudah juga tercatat sebagai Ketua Yayasan Az-Zahra sejak 1999 hingga sekarang dan dosen DLB sejak 2017 hingga sekarang.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam dunia pendidikan sekaligus menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawabnya memimpin madrasah.
Pada akhirnya, perjalanan MTsS Nurul Islam bukan hanya tentang deretan prestasi yang berhasil diraih peserta didik.
Namun, ada proses yang terus berjalan untuk memberi ruang kepada siswa agar berkembang, mendorong guru meningkatkan kompetensi, sekaligus menjaga agar pendidikan tetap berakar pada akhlak.
Sebab bagi madrasah, mencetak peserta didik yang berprestasi adalah capaian. Tetapi membentuk mereka menjadi pribadi yang berkualitas dan berakhlak karimah adalah tujuan yang lebih jauh. (Resmi Januari, S.H.,)

