Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Turots Muktamar 35 NU: Jejak Ulama Nusantara Dipamerkan

Pameran Turots Muktamar Hadirkan Warisan Keilmuan

JOMBANG, NU MEDIA JATI AGUNG Turots Muktamar 35 NU di Tambakberas, Jombang, menghadirkan berbagai karya ulama Nusantara melalui pameran bertajuk “Turots di Muktamar”. Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka pameran tersebut pada Kamis (27/8).

Ulama dan Tokoh Hadiri Pembukaan

Nahdlatut Turots menggelar pameran tersebut bersamaan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Sejumlah masyayikh PBNU turut menghadiri pembukaan, antara lain KH Tajul Mafakhir, KH Afifuddin Dimayati, KH Zulfa Musthoda, dan KH Musthofa Aqil Sirodj.

Ketua Umum PP Muslimat NU sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah, juga hadir dalam agenda tersebut.

Dalam tausiyahnya, KH Afifuddin Muhajir menegaskan hubungan erat antara NU dan khazanah keilmuan ulama terdahulu.

“Nahdlatul Ulama ini tidak bisa dipisahkan dengan Nahdlatut Turots. Tidak mungkin kebangkitan ulama itu bisa terwujud jika tidak diawali kebangkitan turots,” ungkap Kiai Afifuddin saat memberikan tausiyah.

Khofifah Dorong Pengembangan Turots

Selanjutnya, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan turots. Ia mengutip sejumlah pendapat ahli yang menyebutkan bahwa peradaban Islam akan bergeser ke Asia Tenggara.

Menurut Khofifah, temuan karya ulama Nusantara dalam bentuk turots turut memperkuat pandangan tersebut.

“Pengembangan turots ini akan mempercepat Asia Tenggara, khususnya Indonesia untuk menjadi pusat keislaman dunia. Oleh karena itulah kita terus mengembangkan turots ini,” terangnya.

Ribuan Naskah Ulama Nusantara Didigitalisasi

Sementara itu, Ketua Nahdlatut Turots Lora Ustman Hasan menjelaskan kekayaan turots ulama Nusantara. Dalam lima tahun terakhir, Nahdlatut Turots telah melibatkan sedikitnya 60 pesantren dalam upaya pemuliaan turots.

Selain itu, Nahdlatut Turots juga telah melakukan digitalisasi terhadap lebih dari 2.000 naskah.

“Lebih dari 2.000 naskah yang telah kami digitalisasikan. Dan, masih banyak lagi yang belum tersentuh,” paparnya.

Menurut Lora Ustman Hasan, jumlah tersebut menunjukkan masih luasnya khazanah turots ulama Nusantara yang dapat dikaji dan dikembangkan.

Pameran Tampilkan Manuskrip hingga Karya Muassis NU

Pameran Turots di Muktamar menampilkan beragam manuskrip kuno ulama Nusantara, baik manuskrip maupun cetak tua. Panitia juga menghadirkan karya para muassis Nahdlatul Ulama.

Selain itu, pengunjung dapat melihat timeline perjalanan NU serta berbagai kitab yang ditulis oleh personalia PBNU yang masih aktif.

Ketua Panitia Ayung Notonegoro menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengunjungi pameran tersebut selama pelaksanaan Muktamar.

“Pameran ini akan berlangsung selama muktamar. Dibuka mulai pukul 09.00 – 22.00. Gratis untuk umum. Tempatnya tepat di depan kampus IAI Bani Fatah (IAI BAFA),” tegas Ketua Panitia Ayung Notonegoro.

Turots Muktamar Hadirkan Beragam Agenda Keilmuan

Selain pameran, Nahdlatut Turots menyiapkan sejumlah agenda keilmuan selama Muktamar ke-35 NU. Agenda tersebut meliputi klinik turots, daurah tahqiq, musyawarah besar pegiat turots, ijazahan sanad ilmiah, hingga seminar internasional.

Rangkaian tersebut melengkapi kehadiran pameran turots sebagai ruang pengenalan khazanah keilmuan ulama Nusantara bagi peserta dan masyarakat umum selama Muktamar berlangsung. (Wawan Hidayat)