Skip to main content

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Topan Bavi Dekati China, 900 Ribu Warga Mengungsi Massal

Topan Bavi Dekati China, Evakuasi Besar Dilakukan di Wenzhou

JAKARTA, NU Media Jati Agung- Topan Bavi dekati China dan memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka.

Hingga Jumat (10/7/2026) malam waktu setempat, Pemerintah Kota Wenzhou telah mengevakuasi 887.801 warga sebagai langkah antisipasi sebelum topan diperkirakan mendarat pada Minggu (12/7/2026) pagi di Provinsi Zhejiang, China bagian timur.

Sebelumnya, cuaca ekstrem telah melanda wilayah selatan dan tengah China.

Advertisement
Advertisement

Akibatnya, sedikitnya 39 orang meninggal dunia, puluhan sungai meluap, serta sejumlah bendungan mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan Topan Bavi.

Advertisement
Advertisement

Wenzhou Percepat Evakuasi Warga

Pemerintah Kota Wenzhou mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi ratusan ribu warga dari kawasan yang berpotensi terdampak.

Selain itu, aparat juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Advertisement
Advertisement

“Mobilisasi proaktif dan menyeluruh dilakukan sepenuhnya untuk berjaga-jaga terhadap skenario terburuk,” kata otoritas Wenzhou dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, warga memperkuat bangunan dengan memasang kayu pada pelindung toko dan menempelkan selotip pada kaca jendela.

Advertisement
Advertisement

Di sisi lain, badan meteorologi memperkirakan Topan Bavi akan membawa hujan dengan intensitas sangat lebat ke wilayah timur Zhejiang dan timur laut Provinsi Fujian.

Topan Bavi Ganggu Aktivitas di Taiwan

Selain berdampak di China, Topan Bavi dekati China juga memengaruhi aktivitas masyarakat di Taiwan. Jalan-jalan di wilayah utara Taiwan tampak lengang karena sebagian besar pusat kegiatan dan tempat usaha tutup selama dua hari akibat hujan deras dan angin kencang.

Advertisement
Advertisement

Selanjutnya, lebih dari 14.000 warga mengungsi dari rumah mereka.

Otoritas juga membatalkan ratusan penerbangan, sedangkan lebih dari 170.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik.

“Semua orang takut akan cuaca buruk dan memilih untuk tetap di dalam rumah, tetapi saya hanya keluar karena ada pesanan,” kata seorang pemilik warung sarapan bernama Tsai kepada AFP di kota pelabuhan Keelung, Taiwan.

Otoritas Tingkatkan Kesiapsiagaan

Pemerintah China dan Taiwan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak Topan Bavi. Selain mempercepat evakuasi, aparat juga memantau perkembangan cuaca secara berkala dan mengimbau masyarakat agar tetap berada di lokasi yang aman.

Lebih lanjut, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, serta kerusakan infrastruktur yang dapat terjadi ketika Topan Bavi mencapai daratan. Dengan demikian, pemerintah berharap dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.Ā (Erwin Indra Saputra)