Cianjur, NU Media Jati Agung – Pemerintah akhirnya memulangkan TKW asal Cianjur yang sempat viral di media sosial karena meminta pertolongan dalam kondisi bersimbah darah di Libya pada Minggu (12/7).
Pemerintah menyelesaikan berbagai kendala administrasi dan memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak sehingga Ai Juariah dapat kembali ke Indonesia.
Kepulangan TKW Asal Cianjur Berhasil Setelah Koordinasi
Ai Juariah (43), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akhirnya kembali ke Tanah Air.

Pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya bekerja sama untuk memulangkan Ai.
Sebelumnya, persoalan administrasi dan situasi politik di Libya yang masih mengalami dualisme pemerintahan menghambat proses kepulangan Ai.

Namun, seluruh pihak terus berkoordinasi hingga mereka menyelesaikan seluruh proses tersebut.
Hero Jelaskan Proses Kepulangan
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur Hero Laksono kemudian menjelaskan jadwal kepulangan Ai.

“Betul, Ai Juariah (43), TKW asal Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur akan dipulangkan besok (Minggu) dan diperkirakan tiba di Cianjur pada Senin (13/7),” kata Hero kepada kumparan, Sabtu (11/7).
Kendala Administrasi Berhasil Diselesaikan
Hero menjelaskan pemerintah berhasil menyelesaikan kendala administrasi, termasuk persoalan denda yang sebelumnya sempat muncul.

Selain itu, negosiasi dengan pihak agensi membuahkan hasil sehingga Ai dapat pulang tanpa harus menanggung biaya tambahan.
Hero juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai instansi, terutama KBRI di Libya.

“Denda dan proses administrasi yang terkendala konflik dualisme pemerintahan bisa diselesaikan. Setelah negosiasi panjang, akhirnya dari agensi membiarkan Ai untuk pulang. Jadi tidak perlu bayar denda. Tiket pesawat pun dibelikan. Ini tidak lepas dari peran berbagai instansi, terlebih KBRI kita di Libya,” ujarnya.
Polisi Akan Meminta Keterangan Ai
Hero mengatakan Ai akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu petang atau malam.
Setelah beristirahat semalam di Jakarta, Ai akan melanjutkan perjalanan menuju Cianjur pada Senin (13/7).
Selanjutnya, penyidik Polres Cianjur akan meminta keterangan Ai terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Polisi mendalami dugaan yang membuat Ai berangkat dan bekerja secara ilegal di Libya.
Hero kemudian menjelaskan rencana pemeriksaan tersebut.
“Rencananya sebelum ke rumah, dibawa dulu ke Mapolres Cianjur untuk memberikan keterangan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dialaminya hingga membuatnya bekerja di Libya sebagai PMI ilegal,” kata Hero.
KBRI Dampingi Ai di Libya
Sebelumnya, KBRI di Tripoli melindungi dan mendampingi Ai selama menunggu proses administrasi.
Kondisi politik di Libya sempat menghambat penyelesaian dokumen. Namun, pemerintah akhirnya merampungkan seluruh persyaratan sehingga Ai dapat kembali dan berkumpul bersama keluarganya di Cianjur.
(Ahmad Royani, S.H.I)

