Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Episode ke:2.Tiga Hari di Jombang, Suci Nikmati Pengalaman Muktamar

Tiga Hari di Jombang Penuh Pengalaman dan Pembelajaran

JOMBANG, NU Media Jati Agung — Kamis, 27 Agustus 2026 — Tiga hari di Jombang memberikan pengalaman berharga bagi Suci yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang masih berlangsung.

Selama berada di Kota Santri, ia mengikuti kegiatan wisata, edukasi, silaturahmi, hingga diskusi tentang pesantren inklusif.

Berbagai agenda tersebut membawa Suci mengenal lebih dekat sejarah NU, kehidupan pesantren, serta perkembangan konten digital. Selain itu, ia juga menikmati kesempatan untuk berinteraksi dengan sejumlah tokoh selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Suci Menikmati Beragam Kegiatan

Selama kurang lebih tiga hari mengikuti kegiatan di Jombang, Suci mengaku memperoleh kesan yang sangat menyenangkan. Beragam agenda juga memberinya pengalaman dan pengetahuan baru.

“Kalau misalkan selama kurang lebih dari tiga hari itu saya mengikuti kegiatan, pengalaman dan kesannya sangat menyenangkan. Banyak kegiatan-kegiatannya juga,” ujar Suci.

Berkeliling Jombang dan Bersilaturahmi ke Tebuireng

Pada hari pertama, Suci berkeliling Jombang dan kawasan Tambakberas menggunakan bentor. Selain itu, ia menikmati kuliner dan mengikuti kegiatan silaturahmi ke Tebuireng bersama Ibu Nyai Faridah Salahuddin Wahid.

Menurut Suci, kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian agenda di Jombang. Ia pun mengaku terkesan dengan suasana Jombang dan Tebuireng.

“Keliling-keliling Jombang dan Tebuireng ini juga cukup berkesan buat saya karena suasananya sangat syahdu dan sangat menyenangkan,” katanya.

Suasana Jombang Memberikan Kesan Mendalam

Suasana Jombang dan Tebuireng menjadi salah satu bagian yang paling berkesan bagi Suci. Oleh karena itu, perjalanan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pesantren secara lebih dekat.

Belajar Membuat Konten melalui ISNU Fest

Pada hari berikutnya, Suci mengikuti sejumlah kegiatan di PP ISNU. Salah satu agenda yang menarik perhatiannya ialah ISNU Fest yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari fotografi dan videografi menggunakan telepon genggam. Materi itu juga membahas cara meningkatkan kualitas konten digital melalui perangkat yang tersedia.

Suci menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pembuatan dan pengembangan konten digital.

“Selama ini kan kita ngonten pakai HP, tapi gimana caranya upgrade konten-konten dengan HP. Diajarin juga gimana cara editing dan lainnya,” ungkapnya.

Materi Digital Menambah Wawasan Generasi Muda

Menurut Suci, materi tersebut sangat bermanfaat bagi generasi muda yang aktif memanfaatkan media digital. Dengan demikian, peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam membuat konten dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Pertama Kali Mengunjungi Museum Islam Hasyim Asy’ari

Selain mengikuti berbagai kegiatan, Suci juga mengunjungi Museum Islam Hasyim Asy’ari. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya datang ke museum yang berada di kawasan Tebuireng.

Di lokasi tersebut, ia mempelajari berbagai informasi mengenai sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan K.H. Hasyim Asy’ari dalam membangun organisasi.

“Ternyata keren sekali, banyak hal-hal dan pengetahuan di museum itu. Ada terkait bagaimana sejarah dan juga perjalanan NU dan juga Kiai Hasyim Asy’ari dalam membangun NU,” tuturnya.

Mengenal Sejarah dan Perjalanan NU

Kunjungan ke museum menambah pengetahuan Suci mengenai perjalanan NU. Selain itu, pengalaman tersebut juga melengkapi rangkaian kegiatan edukatif yang ia ikuti selama berada di Jombang.

Ziarah dan Momen Bersama Ibu Nyai Faridah

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Suci ialah kesempatan untuk berziarah ke makam keluarga Gus Dur. Ia juga berbincang langsung dengan Ibu Nyai Faridah Salahuddin Wahid.

Dalam perbincangan tersebut, keduanya berbagi cerita mengenai berbagai hal, termasuk pengalaman hidup dan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Suci mengaku kagum melihat kondisi Ibu Nyai Faridah yang tetap sehat dan aktif pada usia 82 tahun.

“Yang saya kagum adalah beliau sekarang sudah 82 tahun tapi masih sangat semangat, jalannya tegak dan sangat sehat,” ujarnya.

Cerita Masa Muda Menjadi Pengalaman Berharga

Selain berziarah, Suci juga menikmati momen makan malam bersama. Dalam kesempatan itu, Ibu Nyai Faridah berbagi cerita mengenai masa mudanya, termasuk kisah pertemuannya dengan almarhum Gus Sholah.

Menurut cerita yang disampaikan kepada Suci, keduanya sama-sama aktif ketika masih muda. Oleh sebab itu, cerita sederhana mengenai perjalanan hidup para tokoh tersebut menjadi pengalaman berharga baginya.

Mengikuti Diskusi Pesantren Inklusif

Pada hari ketiga, Suci mengikuti diskusi yang membahas persoalan pesantren inklusif. Diskusi tersebut memberikan wawasan baru mengenai berbagai persoalan dan perkembangan kehidupan pesantren.

Menurutnya, agenda tersebut menjadi salah satu kegiatan yang memberikan banyak pembelajaran selama mengikuti rangkaian kegiatan di Jombang.

Selain itu, diskusi tersebut memperluas pemahamannya mengenai perkembangan pesantren dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Harapan untuk NU dan Generasi Muda

Di tengah berlangsungnya Muktamar ke-35 NU, Suci berharap momentum tersebut dapat melahirkan pemimpin NU yang memiliki integritas, moral, dan keilmuan.

“Saya berharap Muktamar NU ke-35 ini dapat menghadirkan pimpinan-pimpinan NU yang pastinya berintegritas, bermoral, dan juga berilmu,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan yang lahir melalui proses Muktamar dapat membawa NU semakin maju pada masa mendatang.

Ajakan untuk Generasi Muda NU

Selain menyampaikan harapan untuk kepemimpinan NU, Suci juga mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan wawasan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan kehidupan masyarakat.

“Yuk kita sama-sama sebagai generasi muda NU terus upgrade diri dan juga menambah pengetahuan, wawasan, untuk bisa sama-sama kita memajukan NU ke depannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tetap dekat dengan masyarakat dan tidak melupakan akar rumput.

“Jangan lupakan NU, jangan lupakan akar rumput. Jadi harus terus ingat NU,” pungkasnya.(Erwin Indra Saputra).