Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Dari Pos Penjagaan Muktamar, Supangat Pulang untuk Selamanya

Khidmah Terakhir di Tengah Muktamar Ke-35 NU

Jawa Timur, NU Media Jati Agung — Senja pada Ahad (30/8/2026) mengantarkan Supangat pulang dari tugasnya di tengah kesibukan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang.

Bagi Supangat (51), Provost Banser Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosalam, hari itu menjadi perjalanan pulang terakhir setelah menjalankan khidmah dalam pengamanan Muktamar.

Ia kembali ke rumah setelah menjalankan tugas sejak Apel Siaga Banser hingga menjelang acara penutupan.

Advertisement
Advertisement

Sesuai jadwal pergantian tugas, Supangat meninggalkan lokasi Muktamar pada Ahad sore.

Sempat Ingin Bertahan hingga Penutupan

Ketua PAC GP Ansor Wonosalam, Wawan, mengatakan Supangat sebenarnya ingin tetap berada di lokasi hingga seluruh rangkaian penutupan Muktamar selesai.

ā€œSebenarnya beliau saat itu menginginkan menginap sampai hari penutupan Muktamar. Tapi sama sahabat yang lain diajak pulang saja karena sudah pergantian shift,ā€ ujar Wawan dilansir dari NU Online, Selasa (1/9/2026).

Supangat akhirnya mengikuti pergantian shift tersebut. Ia tiba di kediamannya menjelang maghrib.

Namun, tugas pengamanan Muktamar masih ada dalam pikirannya. Setibanya di rumah, Supangat masih berkoordinasi dengan anggotanya untuk mempersiapkan pengamanan acara penutupan pada pagi berikutnya.

Malam pun berlalu.

Sekitar pukul 02.00 WIB, keluarga mendapati Supangat telah meninggal dunia saat tidur.

Advertisement
Advertisement

Perpisahan yang Baru Disadari Setelah Kepergiannya

Sebelum meninggalkan lokasi tugas, Supangat sempat melakukan sesuatu yang mungkin terlihat biasa bagi rekan-rekannya.

Foto Ist: Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, H Addin Jauharudin dan jajaran takziahĀ 

Ia berkeliling ke pos-pos penjagaan dan berpamitan kepada para sahabat yang bertugas bersamanya.

Tidak ada yang menyangka bahwa perpisahan itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

ā€œTakdir yang tidak kita ketahui, saat almarhum tidur, beliau meninggal dan diketahui oleh anaknya sekitar jam 2 dini hari,ā€ kata Wawan.

Wawan mengenang Supangat sebagai sosok yang loyal, humoris, dan komunikatif. Karakter itu membuat kehadirannya melekat di antara rekan-rekan Banser yang menjalankan tugas bersamanya.

ā€œTernyata beliau juga berpamitan untuk meninggalkan kami semua,ā€ ungkap Wawan.

Dari Khidmah Muktamar Menuju Rumah Duka

GP Ansor Datang Menyampaikan Duka

Advertisement
Advertisement

Kabar kepergian Supangat kemudian sampai kepada jajaran GP Ansor. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, H Addin Jauharudin, datang bertakziyah ke rumah duka di Wonosalam.

Addin hadir bersama jajaran Satkornas Banser, PC, dan PAC GP Ansor. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan kepada kader yang baru saja menyelesaikan tugas pengamanan Muktamar ke-35 NU.

Addin menyampaikan duka cita mendalam mewakili jajaran pimpinan pusat dan seluruh kader Ansor-Banser se-Indonesia.

Selain itu, PP GP Ansor menyerahkan santunan berupa uang tunai dan paket sembako kepada keluarga Supangat.

Anak Kedua Supangat Mendapat Jaminan Pendidikan

Perhatian organisasi tidak berhenti pada santunan.

PP GP Ansor juga berkomitmen menanggung penuh biaya pendidikan anak kedua Supangat, mulai jenjang SMP hingga perguruan tinggi.

ā€œKami berikan santunan berupa bantuan uang tunai, paket sembako atas jasa dan dedikasi almarhum, serta komitmen jaminan komitmen beliau yang sangat menyentuh hati pihak keluarga,ā€ katanya.

Addin menegaskan bahwa jaminan pendidikan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab organisasi terhadap dedikasi kader.

ā€œLangkah ini diambil agar putra-putri kader yang telah gugur dalam pengabdian organisasi tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak demi meraih cita-citanya,ā€ jelasnya.

Sebuah Khidmah yang Berakhir di Muktamar

Supangat lahir pada 10 Februari 1975. Di usianya yang ke-51 tahun, ia menjalankan tugas sebagai Provost Banser PAC GP Ansor Wonosalam dalam pengamanan Muktamar ke-35 NU.

Ia menjalankan tugas sejak Apel Siaga Banser hingga menjelang penutupan. Setelah pergantian shift, ia memilih pulang ke rumah.

Sore itu, Supangat masih sempat berkoordinasi dengan anggotanya. Malamnya, ia beristirahat.

Tidak ada yang mengetahui bahwa tugas di pos-pos penjagaan Muktamar menjadi bagian terakhir dari khidmahnya.

Dari tengah kesibukan Muktamar, Supangat pulang ke rumah. Kali ini, untuk selamanya. (ARIF)