Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

STIT Darul Ishlah Perkuat Mutu Kampus Lewat Benchmarking

STIT Darul Ishlah Tingkatkan Tata Kelola dan Mutu Pendidikan Tinggi

Tulang Bawang, NU Media Jati Agung — STIT Darul Ishlah Tulang Bawang melaksanakan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta pada 29–31 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas jejaring antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

Melalui kegiatan tersebut, STIT Darul Ishlah menunjukkan komitmennya dalam membangun perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi.

Advertisement
Advertisement

Kampus juga mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan UNU Yogyakarta dalam pengelolaan perguruan tinggi berbasis pesantren.

Rombongan STIT Darul Ishlah Disambut Hangat

Ketua STIT Darul Ishlah Tulang Bawang, Gus Tohir Muntoha, memimpin rombongan dalam kunjungan akademik tersebut. Jajaran pimpinan dan civitas akademika UNU Yogyakarta menyambut mereka dengan hangat.

Advertisement
Advertisement

Pertemuan itu menjadi ruang diskusi sekaligus wadah berbagi pengalaman. Kedua kampus membahas tata kelola perguruan tinggi, pengembangan akademik, serta penguatan kelembagaan di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

Gus Tohir Muntoha menilai benchmarking menjadi langkah penting untuk memperkaya wawasan sekaligus memperkuat arah pengembangan institusi.

Advertisement
Advertisement

“Kegiatan ini adalah ikhtiar kami untuk belajar langsung dari UNU Yogyakarta, bagaimana mereka mengembangkan sistem pendidikan, membangun jejaring, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya kepada NU Media Jati Agung, Sabtu (1/8/2026).

Fokus pada Tata Kelola, Kurikulum, dan SDM

Gus Tohir menegaskan bahwa STIT Darul Ishlah berkomitmen meningkatkan kualitas kelembagaan dan mutu akademik secara berkelanjutan.

Advertisement
Advertisement

Dalam benchmarking tersebut, kedua kampus membahas sejumlah aspek strategis.

Pembahasan meliputi penguatan tata kelola perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu internal, serta pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Advertisement
Advertisement

Selain itu, mereka juga mendiskusikan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung layanan akademik.

Menurut Gus Tohir, hasil kunjungan itu akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam menyusun program pengembangan institusi pada masa mendatang.

Ia juga menilai kerja sama antarkampus Nahdlatul Ulama sangat penting. Kolaborasi tersebut mampu memperkuat jaringan akademik sekaligus meningkatkan peran perguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan global.

UNU Yogyakarta Dorong Sinergi Kampus NU

Pihak UNU Yogyakarta menekankan pentingnya membangun sinergi dan mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam.

“Sinergi antar kampus NU adalah kunci agar kita tidak berjalan sendiri. Dengan adanya kerja sama, kita bisa saling berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan inovasi yang telah diterapkan,” ungkap perwakilan UNU Yogyakarta.

Menurut mereka, silaturahmi antarkampus Nahdlatul Ulama merupakan investasi jangka panjang.

Sinergi tersebut dapat membangun jaringan akademik yang produktif sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Tinjau Fasilitas dan Layanan Akademik

Selain berdiskusi, rombongan STIT Darul Ishlah juga meninjau berbagai fasilitas penunjang akademik dan layanan kampus di UNU Yogyakarta.

Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan tata kelola perguruan tinggi yang efektif.

Rombongan juga mempelajari pemanfaatan teknologi informasi serta budaya akademik yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Melalui benchmarking ini, STIT Darul Ishlah berharap dapat mengadaptasi berbagai praktik terbaik sesuai kebutuhan institusi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola kampus, meningkatkan mutu akademik, serta menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin inovatif dan berdaya saing. (Hafidz Fatur Rahman)