Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Dari Jantung Tambakberas, Spirit Mbah Wahab Mengiringi Ahwa NU

Ndhalem Kasepuhan Menjadi Lokasi Sidang Ahwa

Jawa Timur, NU Media Jati Agung — Spirit Mbah Wahab mengiringi pelaksanaan sidang Ahlul Halli Wal Aqli (Ahwa) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Ahad (23/8/2026).

Gemerisik dedaunan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas seolah mengiringi perjalanan sejarah panjang Nahdlatul Ulama.Ā 

Di tengah kawasan pesantren tersebut berdiri Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah yang menyimpan jejak perjuangan salah satu tokoh penting NU.

Lokasi bersejarah itu berdampingan dengan Masjid Jami’ Bahrul Ulum. Karena itu, keberadaan Ndhalem Kasepuhan tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menghadirkan suasana spiritual yang kuat bagi pelaksanaan musyawarah Ahwa.

Spirit Perjuangan Mbah Wahab

Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq, mengatakan pemilihan Ndhalem Kasepuhan sebagai lokasi sidang Ahwa bukan sekadar pertimbangan teknis.

Menurut Gus Rozaq, lokasi tersebut memiliki nilai penting karena berkaitan erat dengan sosok KH Wahab Chasbullah, pahlawan nasional sekaligus salah satu penggerak utama NU.

“Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab,” tutur Gus Rozaq, sapaan karib Pengasuh Ribath Al Muhajirin 1 Bahrul Ulum, Ahad (23/8/2026).

Keteladanan Ulama Pejuang NU

Gus Rozaq menjelaskan bahwa KH Wahab Chasbullah merupakan figur ulama yang memiliki semangat tinggi dalam berkhidmat kepada agama dan bangsa.

“Beliau adalah sosok pahlawan nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa,” lanjut Ketua MWC NU Kecamatan Jombang itu.

Karena itu, panitia berharap para muktamirin dapat menangkap nilai perjuangan tersebut ketika menentukan arah kepemimpinan jam’iyah melalui forum Ahwa.

“Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndhalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap,” ungkap Gus Rozaq penuh harap.

Suasana Sakral di Jantung Tambakberas

Selain nilai historis, posisi Ndhalem Kasepuhan yang berada di pusat kompleks pesantren dan berdekatan dengan Masjid Jami’ Bahrul Ulum turut memperkuat suasana pelaksanaan sidang.

Panitia berharap suasana tersebut dapat menciptakan ruang musyawarah yang teduh dan khidmat bagi para kiai sepuh.

“Nilai kesakralannya jauh lebih terasa, membawa aura keteladanan dari sang pahlawan penggerak NU,” tambah Kyai Abdurrozaq.

Dengan lokasi tersebut, sidang Ahwa tidak hanya berlangsung di sebuah ruangan pertemuan. Para kyai khos juga menjalankan musyawarah di tempat yang memiliki hubungan langsung dengan sejarah perjuangan KH Wahab Chasbullah.

Kenyamanan Kyai Khos Menjadi Prioritas

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk memastikan sembilan kyai khos anggota Ahwa dapat mengikuti musyawarah dengan nyaman.

“Kami harapkan faktor kenyamanan menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” jelasnya.

Panitia kemudian menata interior ruangan dan menyiapkan fasilitas pendingin udara (AC). Persiapan tersebut mendukung proses musyawarah agar berlangsung dengan suasana sejuk, nyaman, dan penuh khidmat.

Dengan demikian, Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Ahwa Muktamar Ke-35 NU.

Dari jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, jejak perjuangan Mbah Wahab kembali dihadirkan sebagai bagian dari suasana musyawarah para kiai sepuh NU. (ARIF)