Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

​Satpam SPPG di Ciputat Curi 1.700 Ompreng MBG demi Beli Narkoba

​Satpam Ciputat Nekat Gasak Ribuan Wadah Makan Dapur SPPG

​TAGGERANG SELATANA, NU MEDIA JAYO AGUNG, – parat Polsek Ciputat Timur meringkus seorang Satpam Ciputat berinisial TRS alias Cangkim (50) sebab menggasak ribuan tempat makan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaku nekat mengembat 1.700 ompreng stainless beserta peralatan dapur lainnya di Dapur SPPG Ciputat 07, Tangerang Selatan, pada Rabu (8/7). Petugas kepolisian membeberkan fakta bahwa tersangka menjual seluruh barang hasil curian tersebut demi membeli obat-obatan terlarang jenis sabu.

​Hasil Tes Urine Tersangka Positif Mengonsumsi Sabu

​Selain itu, pihak kepolisian telah menjalankan tes urine terhadap tersangka TRS alias Cangkim di markas kepolisian. Hasil laboratorium medis mengonfirmasi bahwa tubuh pelaku mengandung zat berbahaya jenis amphetamine dan methamphetamine. Tersangka juga mengakui secara jujur kepada penyidik bahwa dirinya mengonsumsi barang haram tersebut beberapa hari sebelum penangkapan.

​Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq memberikan keterangan resmi mengenai motif utama aksi kejahatan ini. Beliau menegaskan bahwa pelaku menjual wadah makan berbahan stainless steel tersebut langsung kepada pembeli barang bekas. “Dia jual ke pengepul rongsokan dan dilebur. Kan itu (bahannya) stainless, duitnya dipakai beli narkoba,” kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Advertisement
Advertisement

​Kemudian, Kapolsek Ciputat Timur menjelaskan lebih detail mengenai hasil tes urine serta pengakuan jujur dari tersangka. Pihak kepolisian memastikan bahwa dorongan kecanduan narkoba memicu pelaku nekat membobol tempat kerjanya sendiri. “Dicek urine hasilnya positif amphetamine dan methamphetamine. Betul, ternyata ‘pak beberapa hari yang lalu saya pakai (narkoba),” katanya.

​Kerugian Dapur SPPG Ciputat Capai Ribuan Alat Operasional

​Sementara itu, lokasi tindak pidana pencurian ini bertempat di Dapur SPPG Ciputat 07 Gang Akoh Eng, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Pengelola fasilitas dapur umum ini baru saja memulai operasional resmi untuk melayani program pemenuhan gizi masyarakat. Namun, aksi nekat petugas keamanan internal ini justru mengganggu operasional awal tempat pelayanan sosial tersebut.

Advertisement
Advertisement

​Selanjutnya, pengelola Dapur SPPG mendatangi kantor polisi setempat untuk membuat laporan resmi terkait hilangnya aset inventaris. Pihak korban menanggung kerugian material yang sangat besar akibat hilangnya ribuan peralatan operasional vital. Laporan tersebut memicu pergerakan cepat tim penyidik Reskrim Polsek Ciputat Timur menuju tempat kejadian perkara.

​Berdasarkan laporan resmi korban, fasilitas Dapur SPPG kehilangan barang inventaris dalam jumlah yang sangat banyak. Selain 1.700 wadah ompreng stainless steel, pengelola juga kehilangan 2 buah kompor gas serta 1 unit blender penggiling bahan makanan. Pencuri juga menggasak 1 unit mesin printer pendukung administrasi harian kantor.

Advertisement
Advertisement

​Bahkan, tersangka Cangkim juga membawa lari 1 unit genset pemadaman listrik serta 1 power box penunjang daya. Pelaku mencopot unit recorder CCTV untuk mengosongkan jejak rekaman kamera pengawas di sekitar area Dapur SPPG. Tidak hanya itu, pelaku menyita 1 kunci gerbang utama serta ruangan milik Yayasan Dunia Berkah Mandiri.

​Penyelidikan Polisi Berhasil Mengungkap Jaringan Penadah Rongsokan

​Oleh karena itu, Tim Opsnal Polsek Ciputat Timur pimpinan Kanit Reskrim AKP Akhmad Kholil Effendi meluncur ke lokasi kejadian. Petugas menjalankan proses olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh serta menginterogasi sejumlah saksi mata. Penyidik mengumpulkan berbagai petunjuk awal guna melacak alur pelarian barang-barang inventaris Dapur SPPG tersebut.

Advertisement
Advertisement

​Hasil penyelidikan intensif kepolisian akhirnya membuahkan hasil manis usai petugas memperoleh informasi krusial dari masyarakat. Informasi tersebut mengarahkan petunjuk bahwa ada seseorang yang menawarkan ribuan wadah tempat makan secara mencurigakan di pasar gelap. “Tim mendapatkan informasi bahwa ompreng tersebut ada yang menawarkan oleh orang berinisial DH alias Bucek,” ungkapnya.

​Selanjutnya, jajaran penyidik Reskrim Polsek Ciputat Timur bergerak cepat mengejar perantara berinisial DH alias Bucek tersebut. Petugas menginterogasi perantara barang bekas tersebut hingga memperoleh petunjuk terang yang mengarah pada keterlibatan petugas keamanan internal. Petunjuk kuat tersebut mengarahkan kecurigaan penuh polisi kepada tersangka utama yakni Cangkim.

Advertisement
Advertisement

​Tersangka Cangkim Lakukan Aksi Pencurian Bersama Komplotan

​Meskipun demikian, tersangka Cangkim pada awal pemeriksaan sempat memilih bungkam dan menolak mengakui perbuatannya di depan penyidik. Namun, tim penyidik terus menyodorkan bukti-bukti otentik hingga pelaku tidak mampu mengelak dari tuduhan. “Awalnya Cangkim bungkam, tapi akhirnya dia mengaku mengambil barang-barang di SPPG tersebut dengan dibantu oleh teman-temannya, yaitu GZ alias Elub, DK alias Ole dan H,” jelasnya.

​Dalam hal ini, aksi kejahatan TRS alias Cangkim ternyata tidak berjalan seorang diri tanpa bantuan pihak luar. Pelaku sengaja menggaet tiga orang rekannya demi mempercepat proses pengangkutan ribuan barang bernilai tinggi dari dalam dapur. Kerja sama komplotan ini membuat aksi pencurian berlangsung sangat cepat pada malam hari saat situasi sekitar sepi.

​Oleh sebab itu, polisi langsung bergerak melancarkan pengejaran terhadap komplotan rekan kejahatan Cangkim yang melarikan diri. Petugas kepolisian berhasil meringkus seluruh anggota komplotan tersebut tanpa perlawanan di lokasi persembunyian mereka. Saat ini seluruh tersangka mendekam di sel tahanan Mapolsek Ciputat Timur untuk menjalani proses hukum.

​Polsek Ciputat Timur Lakukan Pengembangan Kasus Narkoba

​Di samping itu, pihak Polsek Ciputat Timur masih terus melakukan pengembangan kasus guna melacak keberadaan sisa barang bukti. Polisi mendalami keterlibatan jaringan penadah rongsokan yang menerima barang hasil kejahatan fasilitas pelayanan publik ini. Aparat berkomitmen menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam jaringan pencurian dan penadahan aset masyarakat.

​Kasus kejahatan yang melibatkan personel Satpam Ciputat ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola fasilitas pelayanan sosial. Pihak pengelola tempat pelayanan umum harus meningkatkan proses seleksi serta pengawasan berkala terhadap seluruh jajaran personel keamanan. Langkah evaluasi ketat sangat penting agar kejadian serupa tidak merugikan program pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.