Rupiah Sentuh Rp17 Ribu di Tengah Konflik Global
Jakarta, NU Media Jati Agung – Nilai tukar rupiah sentuh Rp17 ribu pada penutupan perdagangan Senin. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik global. Konflik tersebut melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi ini mendorong pasar keuangan bergerak hati-hati.
Di Jakarta, rupiah melemah 22 poin atau 0,13 persen. Nilainya menjadi Rp17.002 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp16.980 per dolar AS.
Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasar
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan ini dipicu konflik Iran. Kelompok Houthi membuka front baru dalam perang. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar.
Sebelumnya, ia juga menjelaskan bahwa pasar semakin waspada. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik tersebut.
“Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,β ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Selain itu, laporan menyebutkan kelompok Houthi meningkatkan intensitas serangan. Situasi ini memperkuat tekanan di pasar global.
Mengutip Sputnik, Gerakan Ansar Allah Yaman atau Houthi kembali menyerang Israel dengan rudal. Serangan ini terjadi untuk kedua kalinya dalam sehari. Mereka juga akan melanjutkan serangan hingga Israel menghentikan aksinya terhadap Iran dan Lebanon.
Kemudian, laporan Anadolu menyebutkan pernyataan pemimpin Houthi. Abdul-Malik al-Houthi menyatakan dukungan penuh kepada Iran. Ia juga menegaskan kesiapan menghadapi agresi AS-Israel.
Pernyataan Trump dan Data Ekonomi AS
Selain faktor geopolitik, sentimen pasar dipengaruhi kondisi militer. Iran bersiap menghadapi kemungkinan invasi dari Amerika Serikat. Washington juga mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.

Dalam situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat menyampaikan perkembangan diplomasi.
βPresiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai. Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Tehran,β ujar dia.
Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat ikut memberi tekanan. Kondisi ini memengaruhi pergerakan mata uang global.
βSentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. Ekspektasi inflasi untuk 12 bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen,β ungkap Ibrahim.
Bank Indonesia Catat Penurunan Nilai Tukar
Selanjutnya, Bank Indonesia mencatat pelemahan nilai tukar. Data ini terlihat pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Pada hari yang sama, JISDOR turun ke Rp16.993 per dolar AS. Sebelumnya, nilainya berada di Rp16.957 per dolar AS. (Ahmad Royani, S.H.I.,)

