Jawa Timur, NU Media Jati Agung ā JATMAN An-Nahdliyyah Provinsi Lampung mengikuti Istighotsah Manaqib Kubro dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JATMAN di Pondok Pesantren Al-Amanah 2, Bahrul ‘Ulum, Tambakberas, Jombang, Selasa (25/8/2026).
Rombongan Lampung terdiri dari Pengasuh Pondok Pesantren FaAtiul Buldan Jati Agung, Lampung Selatan, KH Wahono Rahman, serta Rois Wustho JATMAN Provinsi Lampung, KH Syaifudin Zuhri.
KH Wahono Rahman menyampaikan bahwa keikutsertaan rombongan Lampung menjadi bagian dari keterlibatan JATMAN An-Nahdliyyah Provinsi Lampung dalam agenda nasional organisasi.
JATMAN Lampung Dukung Suksesnya Muktamar NU
Rakornas JATMAN membahas berbagai agenda organisasi. Salah satu pembahasan utama menyoroti dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.
KH Wahono Rahman menilai seluruh elemen JATMAN perlu mengambil peran dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa partisipasi menjadi bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan Muktamar.
āIkut andil, berpartisipasi, dan mensukseskan Muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur,ā kata KH Wahono.
Ia berharap seluruh peserta menjaga suasana Muktamar agar tetap kondusif. Ia juga berharap forum tersebut melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin berkembang.
āAgar aman, amanah, senang, bahagia, riang gembira, menghasilkan pemimpin-pemimpin, wakil-wakil kita di NU yang betul-betul bisa membesarkan PBNU dan membesarkan NU,ā ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan NU ke depan harus mampu menjaga marwah organisasi. Ia juga berharap NU semakin diterima seluruh lapisan masyarakat.
āSehingga NU ke depan marwahnya menjadi kuat dan terus berkembang diterima seluruh lapisan masyarakat dan makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala,ā tuturnya.
Penguatan Spiritualitas Jadi Pesan Penting Rakornas
Selain agenda organisasi, KH Wahono Rahman menekankan pentingnya memperkuat kehidupan spiritual. Ia mengajak peserta membiasakan refleksi diri dalam setiap aktivitas.
Ia menilai rasa syukur, perenungan, serta amal saleh harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
āAgar tafakur, tasakur, tadabur, a’malus shalihat,ā katanya.
Manajemen Qalbu Perlu Menjadi Kebiasaan
KH Wahono juga mengingatkan pentingnya mengelola hati dengan baik. Menurutnya, manajemen qalbu membantu seseorang menjaga niat serta sikap dalam menjalankan amanah.
āBisa manajemen qalbu dengan baik,ā ujarnya.
Ia menilai keseimbangan antara aktivitas organisasi dan penguatan batin akan memperkuat kualitas pengabdian kepada umat.
Luruskan Niat dalam Setiap Ikhtiar
KH Wahono Rahman kembali mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap pekerjaan. Ia menekankan bahwa setiap ikhtiar harus berorientasi kepada Allah SWT.
āMenata niat dengan baik, lillahi ta’ala,ā katanya.
Ia juga mengajak peserta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Menurutnya, ilmu harus hadir dalam tindakan nyata dan dibarengi upaya membersihkan hati.
Ia berharap setiap ikhtiar mengantarkan seluruh umat menuju keselamatan dunia dan akhirat.
āBagaimana berusaha dan berikhtiar agar kita semua bisa selamat fit dunya wal akhirah. Aamiin aamiin ya Rabbal ‘alamin,ā tuturnya.
Istighotsah Jadi Momentum Memohon Pertolongan Allah
KH Wahono Rahman memandang Istighotsah Manaqib Kubro sebagai momentum memperkuat keyakinan kepada pertolongan Allah SWT. Ia meyakini setiap persoalan memiliki jalan keluar bagi orang yang terus berikhtiar.
āTidak ada suatu permasalahan atau masalah yang tidak bisa diselesaikan atau dicari jalan solusi dengan kita memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala,ā katanya.
Ia mengajak seluruh peserta tetap optimistis ketika menghadapi berbagai tantangan. Ia juga mengingatkan agar setiap usaha selalu disertai keyakinan kepada Allah SWT.
āDan yakin Allah selalu bersama kita,ā pungkasnya.
Partisipasi Nasional Perkuat Kebersamaan JATMAN
Istighotsah Manaqib Kubro dan Rakornas JATMAN menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keumatan di Tambakberas, Jombang. Agenda tersebut mempertemukan pengurus dan tokoh JATMAN dari berbagai daerah.
Bagi JATMAN Provinsi Lampung, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memperkuat kebersamaan organisasi. Momentum itu juga mempertegas komitmen spiritual serta ikhtiar dalam menjalankan amanah keumatan di tingkat nasional.

