NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Rakor MWCNU Jati Agung Perkuat Program dan Kekompakan Pengurus

Rakor MWCNU Jati Agung Berlangsung Hangat dan Penuh Kebersamaan

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Rakor NU yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jati Agung berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, pada Ahad (12/4/2026).

Kegiatan ini dirangkai dengan halal bihalal yang dilaksanakan di kediaman Ketua Tanfidziyah, Kyai Ahmad Ansori, S.Pd.I., di Desa Sinar Rejeki kecamatan setempat.

Para pengurus mengikuti rangkaian acara mulai dari pembukaan, tawasul, sambutan, rapat koordinasi, hingga doa penutup.

Foto NU Media Jati Agung: Sekretaris MWCNU, Ustadz Nurrohim memimpin jalannya Rakor.

Sejak awal kegiatan, suasana religius terasa saat Wakil Rois Syuriah, Kyai Busrodin, memimpin tawasul untuk memohon ridha Allah SWT.

Ketua Tanfidziyah Ajak Perbanyak Shalawat dan Jaga Silaturahmi

Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung, Kyai Ahmad Ansori, menegaskan pentingnya memperbanyak shalawat sebagai sumber keberkahan dalam menjalankan organisasi.

“Kita ditetapkan untuk banyak membaca shalawat, sehingga shalawat yang kita baca nantinya membawa keberkahan dan kita mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” ujarnya, Ahad (12/4/2026).

Momentum Syawal juga dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus yang hadir.

“Saya atas nama pribadi memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” tuturnya.

Foto NU Media Jati Agung: Kyai Busrodin pimpin Tawasul.

Selain itu, ia mengapresiasi tingkat kehadiran pengurus yang mencapai lebih dari 50%.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga soliditas organisasi.

Lailatul Ijtima’ Ditetapkan Rutin Setiap Senin Pon

Dalam Rakor MWCNU kali ini, pengurus juga menegaskan kembali pentingnya menjalankan program rutin, salah satunya Lailatul Ijtima’.

Kyai Ahmad Ansori menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah disepakati digelar setiap malam Senin Pon di Kantor MWCNU setempat. Penetapan waktu ini dilakukan agar tidak berbenturan dengan agenda para kyai.

Dengan adanya jadwal tetap, seluruh pengurus diharapkan dapat hadir secara konsisten dalam setiap pertemuan yang digelar di Kantor MWCNU.

Sementara itu, pengurus menetapkan Rakor dan Lailatul Ijtima’ perdana dilaksanakan di Kantor MWCNU, kemudian dilanjutkan secara bergilir antara kantor dan ranting sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Kas Organisasi Disiapkan untuk Pembangunan Kantor MWCNU

Salah satu poin penting dalam Rakor MWCNU kali ini adalah penyampaian kondisi keuangan organisasi secara terbuka.

Ketua Tanfidziyah menjelaskan bahwa kas MWCNU saat ini mencapai sekitar Rp 4.600.000.

“Perlu saya sampaikan, saldo di rekening MWCNU saat ini sekitar empat juta enam ratus ribu rupiah,” ungkapnya di hadapan pengurus.

Dana tersebut diproyeksikan untuk mendukung pembangunan Kantor MWCNU Jati Agung, khususnya pada bagian teras dan plafon.

Transparansi ini menjadi langkah penting agar seluruh pengurus mengetahui kondisi keuangan sekaligus mendorong partisipasi bersama dalam pembangunan fasilitas organisasi.

Gambar Artikel

Selain itu, para pengurus menyepakati bahwa pelunasan biaya pembangunan kantor yang belum terpenuhi akan ditanggung secara gotong royong melalui iuran MWCNU dan kontribusi dari 21 ranting.

Dalam kesempatan tersebut, terkumpul dana shodaqoh dari para pengurus sebesar Rp 7.500.000, yang akan digunakan sebagai langkah awal untuk menutup kekurangan biaya pembangunan yang telah berjalan.

Sementara itu, untuk mendukung kelanjutan pembangunan, kas MWCNU sebesar Rp 4.600.000 akan digabungkan dengan tambahan dana dari UPZISNU sebesar Rp 2.000.000.

Dengan demikian, dana operasional pembangunan ke depan akan diperkuat melalui kombinasi kas organisasi dan dukungan UPZISNU, sedangkan dana shodaqoh difokuskan untuk menutup kekurangan biaya yang telah berjalan sebelumnya.

Rois Syuriah: Rakor Adalah Kunci Jalannya Organisasi

Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Jati Agung, Kyai Masduki, S.Pd.I., menegaskan bahwa rapat koordinasi merupakan elemen utama dalam keberlangsungan organisasi.

“Rapat koordinasi ini sangat penting sekali, karena jika tidak ada rapat koordinasi, maka itu bukan organisasi,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk terus menghidupkan budaya koordinasi agar program-program NU dapat berjalan optimal.

21 Ranting NU Terbentuk, Bukti Hasil Koordinasi

Dalam kesempatan tersebut, Kyai Masduki juga menyampaikan capaian penting organisasi.

Foto NU Media Jati Agung: Rois Syuriah MWCNU Jati Agung, Kyai Masduki saat sambutan.

Ia mengungkapkan bahwa MWCNU Jati Agung telah berhasil membentuk 21 ranting NU.

“Alhamdulillah, dari hasil koordinasi kita, telah terbentuk 21 ranting NU yang dilantik saat Hari Santri tahun lalu,” ujarnya.

Capaian ini menunjukkan bahwa koordinasi yang solid mampu mendorong perkembangan organisasi hingga ke tingkat desa.

Siap Gelar Rakor Lanjutan dan Perkuat Program

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rakor lanjutan perlu segera dilaksanakan, mengingat organisasi telah berjalan satu tahun penuh sejak kepengurusan terbentuk.

Selain itu, berbagai program strategis ke depan juga akan dibahas secara lebih mendalam dalam forum berikutnya, termasuk penguatan kaderisasi dan kegiatan ke-NU-an di tingkat ranting.

Sementara untuk PD-PKPNU tahun ini menunggu hasil koordinasi dengan PCNU Lampung Selatan.

Doa Penutup, Harapan Keberkahan Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Wahono Rahman, S.H.I., M.S.Ak.

Melalui Rakor NU ini, seluruh pengurus berharap agar kebersamaan, kekompakan, serta program yang telah dirancang dapat berjalan istiqamah dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Dengan semangat halal bihalal dan koordinasi yang berkelanjutan, MWCNU Jati Agung optimistis mampu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (ARIF)