Rakernas JKSN 2026 Digelar di PP Amanatul Ummah Surabaya
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Rakernas JKSN 2026 akan berlangsung di Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat hingga Ahad (13–15/2/2026). Karena itu, PW Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN) Lampung menyatakan siap berpartisipasi dan menyukseskan agenda nasional tersebut.
Ketua PW JKSN Lampung, Gus Budi Setiawan, menilai forum ini sangat strategis. Ia menyebut Rakernas sebagai ruang untuk menyatukan visi. Selain itu, forum ini memperkuat jaringan kiai dan santri di seluruh Indonesia.

Sebelum menyampaikan pernyataannya, ia menegaskan pentingnya arah perjuangan organisasi dalam forum nasional ini.
“Agenda ini dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merumuskan arah perjuangan, serta memperteguh komitmen kebangsaan dan keumatan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah,” ungkapnya.
Rakernas JKSN 2026 Perkuat Konsolidasi dan Arah Perjuangan
Selain itu, Gus Budi menegaskan bahwa Rakernas JKSN 2026 menjadi ruang untuk merumuskan langkah nyata. Ia menilai langkah tersebut harus relevan dengan dinamika zaman. Oleh sebab itu, PW JKSN Lampung akan hadir dengan semangat kebersamaan. Mereka juga membawa pengalaman lokal sebagai kontribusi konkret.
Ia menekankan pentingnya aspirasi daerah dalam menentukan arah kebijakan nasional organisasi.
“Rakernas ini adalah kesempatan untuk memastikan suara serta aspirasi Kiai dan santri Lampung ikut mewarnai arah perjuangan nasional sehingga JKSN semakin kokoh sebagai garda terdepan penjaga nilai-nilai kebangsaan dan keumatan,” tuturnya.

Komitmen Jaga Islam Moderat dan Persatuan Bangsa
Lebih lanjut, alumnus Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum Batang Hari Lampung Timur ini menegaskan komitmen JKSN Lampung. Ia menyatakan organisasi terus memperkuat peran ulama dan santri. Menurutnya, peran tersebut menjaga Islam moderat. Selain itu, peran itu merekatkan persatuan bangsa dan mendorong pembangunan sosial pendidikan di daerah.
Ia kembali menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Rakernas.
“Rakernas harus menjadi tonggak penting dalam memperkuat jaringan Kiai dan santri agar mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi yang bijak dan konstruktif,“ pungkasnya.
Terakhir, ia berharap Rakernas melahirkan keputusan penting. Ia ingin keputusan tersebut memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkeadaban.
(Ahmad Royani, S.H.I)

